Tingkatkan Kompetensi, Puslitbangdiklat RRI Gelar Workshop Jurnalisme Penyiaran

KBRN, Medan: Dalam rangka meningkatkan kualitas penyiaran dan kompetensi jurnalis, Pusat Penelitian dan Pengembangan, Pendidikan dan Latihan (Puslitbangdiklat) LPP RRI, melaksanakan Workshop Jurnalisme penyiaran. Kali ini, kegiatan berlangsung di Medan sejak 10-13 Agustus, yang diikuti peserta dari Korwil XVI Medan. 

Kapuslitbangdiklat LPP RRI, Drs Soleman Yusuf MM mengatakan, kegiatan ini sesuai dengan amanah UU nomor 4 tahun 2014 dan PP nomor 11 tahun 2017 tentang pemenuhan hak peningkatan dan pengembangan kompetensi diri bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Setiap kementerian, lembaga instansi harus atau wajib memberikan hak - hak karyawan khususnya bagi ASN minimal dalam satu tahun mendapatkan 20 jam pelajaran untuk pengembangan kompetensi," kata Soleman pada pembukaan kegiatan di Gedung Serbaguna RRI Medan, Rabu (10/8/2022).

Dikatakan Soleman, saat ini total jumlah ASN di lingkungan RRI menacapai 4.700 lebih ASN. Pihaknya targetkan minimal 15 persen dari jumlah tersebut sudah memiliki sertifikat Diklat. Maka, guna mempercepat pengembangan kompetensi, pihak Puslitbangdiklat melakukan jemput bola ke daerah - daerah.

"Kita kembangkan sistem E -learning, yang belum genap satu tahun sebagai sistem pembelajaran secara daring. Kita sudah melaksanakan diklat kepenulisan naskah multi platform. Kemudian secara paralel kita laksanakan lagi diklat kepenulisan naskah jurnalistik. Tapi, kita gak mau kegiatan ini sekadar di atas kertas saja, tapi setelah kegiatan ini ada peningkatan kompetensi para ASN," harapnya.

Sebelumnya kegiatan workshop jurnalisme penyiaran yang dirangkai dengan monitoring dan evaluasi (Monev) dibuka secara resmi oleh kepala LPP RRI Medan, Drs Mirza Musa M, MM. Dalam sambutannya Mirza mengucap terima kasih kepada Puslitbangdiklat yang memberikan kesempatan bagi ASN dan sejumlah angkasawan/angkasawati menambah ilmu baru. Mirza berharap, melalui kegiatan ini bisa menjadi bekal bagi peserta, terutama dalam memajukan eksistensi lembaga dan kualitas SDM RRI.

"Setelah workshop selama tiga hari ke depan ini, saya harap bisa menjadi bekal dalam tugas sehari - hari. Apalagi ini kesempatan yang berharga bagi reporter dan penyiar untuk mengembangkan potensinya di bidang siaran dan pemberitaan," ucap Mirza.

Pada kegiatan tersebut diikuti 39 peserta dari RRI Medan, Sibolga, Gunungsitoli, dan SP Nias Selatan baik secara tatap muka dan daring. Adapun sejumlah pemateri yang diberikan tentang pembelajaran Asynchronous learning, mekanisme siaran dan pemberitaan, teknik wawancara, menulis untuk berita, announcer Personality, serta sosialisasi Website E-learning. Kegiatan ini mengundang pemateri di masing - masing bidang, seperti penyiar senior Zaini Achmad, Slamet Faozan, Mirza Musa, dan Soleman Yusuf. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar