Pedagang Minta Penertiban Usaha di Cadika Medan Tidak Tebang Pilih, Pedagang: Cari Makan dan Biaya Sekolah

KBRN, Medan: Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota Medan dijadwalkan akan melakukan penertiban terhadap sejumlah pedagang UMKM di Kawasan Taman Cadika Medan, Kecamatan Medan Johor, Senin (23/5/2022) pagi. Dua usaha yang akan digusur adalah kopi tancap dan lontong Buk Sri. Rencana penggusuran dilakukan karena setelah tiga kali melayangkan surat peringatan, tidak kunjung direspon.

Dari amatan sejumlah wartawan di lokasi yang berada di jalan Karya Wisata, hingga pukul 09.30 WIB, rencana penertiban diurungkan, lantaran pihak Dispora Medan yang diwakili Sekretaris Dispora, M Agha Novrian masih menginginkan cara persuasif atau sosialisasi. 

M Agha Novrian yang memimpin petugas gabungan mengatakan pihaknya mengurungkan niat melakukan operasi penggusuran lantaran masih memilih sosialisasi terhadap pedagang, terkait intruksi surat edaran Kadispora Medan, Pulungan Harahap yang meminta pengelola kopi tancap dan sarapan pagi Mbak Sri mengosongkan tempat usaha mereka terhitung 23 Mei 2022. Pihaknya berdalih, Dispora Medan tidak pernah melakukan niat penggusuran, hanya penataan tempat usaha agar terlihat lebih indah. Sebab, Taman Cadika Medan Johor merupakan bagian dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Medan.

“Fokus kami menata dulu, bukan menggusur. Pelan-pelan akan mengembalikan fungsi Taman Cadika ini. Karena kita juga keterbatasan personel, jadi kita lakukan secara bertahap,” ucap mantan Camat Medan Petisah ini.

Agha menegaskan pemerintah tidak akan tebang pilih dalam hal penertiban cafe dan usaha lainnya yang ada di kawasan Taman Cadika. Menurutnya penataan dilakukan kepada usaha Lontong Buk Sri dan cafe kopi yang tepat berada di bagian depan taman Cadika. 

“Ke depannya kalau ada kerja sama-kerja sama binaan Dispora, itu mungkin saja terjadi. Dalam artian yang harus legal, harus ada payung hukum yang benar. Dan Ibuk Sri dipersilahkan bergabung ke koperasi binaan Dispora Medan,” pungkasnya.

Dari surat edaran Dispora Medan, ada dua lokasi usaha yang akan digusur karena diduga merupakan bangunan liar. Keduanya yakni Lontong Mbak Sri dan kopi Tancap. Sri Idawati yang ditemani sang suami, Tito, meminta penertiban yang dilakukan Dispora Medan tidak tebang pilih. Mereka beranggapan, penertiban yang bakal dilakukan hanya menyasar para pelaku UMKM kecil seperti yang dialami pedagang Lontong Mbak Sri.

“Kepada bapak Wali Kota Medan (Bobby Nasution), kami mohon la pak, kiranya kami masih bisa berada di sini. Dan berilah keadilan, karena kita rakyat kecil ya pak ya. Karena kita mencari makan untuk sehari-hari dan untuk biaya sekolah,” ungkapnya kepada sejumlah wartawan di lokasi penertiban. 

Menurut Sri, usaha lontong yang dikelolanya bersama suami sudah beroperasi 3 tahun, untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. "Selama ini kami sudah berjualan di sini 3 tahun dan juga melayani para petugas Taman Cadika," katanya.

Untuk diketahui, saat ini Taman Cadika Medan Johor sudah dipindahtangankan pengelolaanya dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan ke Dispora Kota Medan. Tidak hanya warung lontong Mbak Sri, di kawasan Taman Cadika juga terdapat sejumlah usaha, diantaranya Cafe Tancap, Sky Park Cafe, I Love Johor dan Warung Setuju Cadika yang diduga dikelola pejabat dispora Medan. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar