Kekayaan Intelektual Komunal Sebagai Identitas Daerah

KBRN, Gunungsitoli: Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara menggelar acara Kegiatan Promosi dan Diseminasi Kekayaan Intelektual Komunal di Hotel JW Marriot, Medan.

Acara tersebut turut dihadiri Walikota Gunungsitoli, Ir. Lakhomizaro Zebua.

“Plularisme kultur dan etnolinguistik di Provinsi Sumatera Utara sangat luar biasa. Ragam adat istiadat, bahasa, seni dan budaya terkandung di dalamnya. Melihat dari hal tersebut, bila digali lebih dalam memiliki potensi kepemilikan komunal sebagai kekayaan intelektual komunal seperti ekspresi budaya tradisional, pengetahuan tradisional, indikasi geografis atau indikasi asal, serta sumber daya genetik, maka perlu dikelola dan dimanfaatkan seoptimal mungkin,” ujar Lakhomizaro Zebua, Senin (21/06/2021).

Kegiatan Promosi dan Diseminasi Kekayaan Intelektual Komunal juga dirangkaikan dengan pelaksanaan penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama dan Perjanjian Kerja Sama terkait Layanan dan Perlindungan Kekayaan Intelektual.

Dalam mewujudkan perlindungan terhadap kekayaan intelektual komunal tersebut juga sangat diperlukan langkah yakni inventarisasi potensi kepemilikan komunal untuk selanjutnya dicatatkan sehingga memperoleh perlindungan terhadap kekayaan intelektual komunal yang dimiliki.

“Pada tahun 2020, Pemerintah Kota Gunungsitoli telah mengajukan pencatatan kekayaan intelektual komunal ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara sejumlah 35 kekayaan intelektual komunal yakni 32 Ekspresi Budaya Tradisional dan 3 Pengetahuan tradisional. Selanjutnya pada Tahun 2021, Pemerintah Kota Gunungsitoli telah mengajukan kembali pencatatan kekayaan intelektual komunal sejumlah 78 yang terdiri dari 64 Ekspresi Budaya Tradisional dan 14 Pengetahuan Tradisional,” ujar Walikota Gunungsitoli.

“Kami berharap melalui kegiatan ini menjadi momentum untuk mendorong Pemerintah Daerah dan Perguruan Tinggi dalam meningkatkan nilai tambah sektor ekonomi kreatif untuk mendukung pembangunan berkelanjutan,” tutup Walikota. IDA

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00