Di PHK? Pekerja Masih Bisa Menikmati Jaminan Kesehatan Sampai 6 Bulan

KBRN, Gunungsitoli: Peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) yang mengalami PHK tetap memperoleh hak manfaat jaminan kesehatan paling lama 6 (enam) bulan sejak di PHK.

Eva Hondro, Staf administrasi Perluasan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli mengatakan hal ini ungkapnya dilatarbelakangi oleh terbitnya Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 5 Tahun 2020 dimana Peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) yang mengalami PHK tetap memperoleh hak manfaat jaminan kesehatan paling lama 6 (enam) bulan sejak di PHK, tanpa membayar iuran.

“Kriterianya adalah PHK yang sudah ada putusan pengadilan hubungan industrial, dibuktikan dengan putusan/akta pengadilan hubungan industrial; PHK karena penggabungan perusahaan, dibuktikan dengan akta notaris; PHK karena perusahaan pailit atau mengalami kerugian, dibuktian dengan putusan kepailitan dari pengadilan; atau PHK karena Pekerja mengalami sakit yang berkepanjangan dan tidak mampu bekerja, dibuktikan dengan surat dokter,” sebut Eva, Senin (21/6/2021).

“Sementara Pemberhentian kepesertaan peserta PPU yang mengalami PHK tanpa memperoleh hak manfaat jaminan kesehatan paling lama 6 (enam) bulan disebabkan oleh: Pekerja meninggal dunia; Pekerja telah berakhir masa kerja berdasarkan perjanjian kerja; Pekerja mengundurkan diri; Penyebab PHK selain pada poin yang saya sebutkan sebelumnya,” sambungnya.

Adapun Alur Pemberhentian/ penonaktifan  Kepesertaan JKN KIS Peserta PPU yakni Badan Usaha yang Mengalami PHK Badan Usaha (BU) menginput data Pekerja yang akan diberhentikan / dinonaktifkan melalui Aplikasi Edabu, BU mengajukan surat usulan pemberhentian/penonaktifan  Pekerja kepada BPJS Kesehatan disertai dengan dokumen Pendukung, BPJS Kesehatan Melakukan verifikasi Kelengkapan dan Kesesuaian usulan pekerja yang diberhentikan/ dinonaktifkan  dengan dokumen Pendukung  dan BPJS Kesehatan melakukan  pemberhentian/penonaktifan Data Peserta pada Aplikasi Edabu ( Bila dokumen sesuai dan lengkap) dan dan BPJS Kesehatan mengirimkan Surat pemberitahun terkait pemberhentian pekerja  kepada BU.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00