Kasus Narkoba di Sibolga – Tapteng, Tinggi

KBRN, Sibolga : Peredaran narkoba di Sibolga dan Tapanuli Tengah (Tapteng) dinilai masih tinggi, setidaknya hal itu dapat terlihat dari seluruh jumlah narapidana yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Sibolga, hampir 60 persen merupakan narapidana yang terjerat kasus narkoba.

“Coba lihat di Lapas (Sibolga) itu, hampir 60 persen narapidana kasusnya menyangkut narkoba,” ujar Sanggam Tambunan, Praktisi Hukum di Sibolga – Tapteng kepada rri.co.id, saat ditemui di Pengadilan Negeri Sibolga, Jumat (18/6/2021).

Menurut dia, selain faktor ketidakberanian warga melaporkan pemakai maupun bandar narkoba di lingkungan masing-masing, ia mensinyalir ada upaya melenggangkan peredaran narkoba dari oknum – oknum tertentu, hingga persoalan pemutusan mata rantai peredaran narkoba ini sulit dilakukan.

“Boleh jadi asumsi kita seperti itu, mengingat persoalan (narkoba) ini tetap saja marak, padahal aturan dan sanksi hukum untuk mereka yang terlibat narkoba sudah sangat berat, tetapi kok masih saja terjadi,” ujar Sanggam sembari berharap semua pihak menyatukan persepsi untuk  bersama-sama memutus rantai peredaran narkoba di daerah ini.

Sementara Kepala Kejaksanaan (Kajari) Negeri Sibolga Henry Nainggolan yang ditemui di kantornya jalan Sutomo mengaku, angka kasus narkoba di Sibolga dan Tapanuli Tengah masih tinggi.

Hampir setiap pekan kata Kajari, Polres Sibolga maupun Polres Tapanuli Tengah melakukan penangkapan mereka yang terlibat kasus narkoba.

“Terus ada yang ditangkap, baik itu pemakai atau pengkomsumsi, juga pengedar dari  kedua daerah ini,” ujarnya.

 

Dia juga menyebutkan, lebih dari setengah jumlah yang terlibat kasus narkoba di Sibolga dan Tapanuli Tengah, merupakan generasi muda usia produktif.

“Miris kita melihatnya, masih muda sudah terjerumus ke lingkaran narkoba,” sebut Kajari.

Masih menurut dia, upaya penyalagunaan narkoba tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas atau aparat penegak hukum, namun menjadi tanggung jawab bersama secara global.

“Kebersamaan (memberantas narkoba) itu penting. Ini untuk menyelamatkan generasi masa depan, menyelamatkan anak cucu kita, dan menyelamatkan bangsa Indonesia dari kejahatan narkoba,” tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00