Liga Indonesia Ditiadakan, PSMS Medan Rugi

KBRN, Medan: Kepastian lanjutan kompetisi liga Indonesia musim 2020 akhirnya terjawab sudah. Lagi – lagi, PSSI memastikan kompetisi musim ini baik liga 1 maupun liga 2 ditiadakan.

Langkah ini diambil PSSI lantaran sampai Desember 2020, pihak Kepolisian tidak kunjung memberikan sinyal izin keamanan karena alasan menjelang Pilkada 2020 dan masih tingginya kasus Covid -19 di Indonesia.

Meski belum mengeluarkan Surat Keputusan secara resmi kepada seluruh klub kontestan, namun PSSI melalui rapat Executive Committee (Exco) telah memutuskan kompetisi diundur hingga Februari 2021.

Sekretaris Umum PSMS, Julius Raja, turut membenarkan kabar penundaan liga Indonesia musim 2020.

Pria yang akrab disapa King ini mengatakan, berdasarkan hasil rapat Exco PSSI pada hari Rabu (28/10) lalu kompetisi Liga 1 akan diundur pelaksanaanya hingga bulan Januari 2021, sedangkan Liga 2 hingga Februari 2021.

Lihat juga : Philep Hansen Pamit dari PSMS

"Liga nanti jadinya tahun 2021. Liga 2 bulan Februari 2021. Jadi Liga 2 mengikuti Liga 1 diundur ke tahun 2021," jelas King, Jumat (30/10).

Meski sudah dipastikan kompetisi musim ini ditiadakan, namun King masih menunggu keputusan resmi dari PSSI.

"Jadi kita saat ini menunggu keputusan secara resmi oleh ketua umum PSSI. Kami tunggu pegangan SK hasil rapat Exco kemarin. Ya rapat exco PSSI semalam memutuskan itu (ditunda), cuma kita (klub) menunggu keputusan resmi," kata King.

Menurut dia, ditiadakannya kompetisi musim ini, maka otomatis tim diliburkan, namun untuk gaji pemain tetap berjalan sampai Januari.

Pihaknya juga berencana menggelar rapat internal manajemen dan pengurus PSMS untuk mengambil langkah cepat.

“Macam mana kita kecewa, pastilah. Sponsor banyak udah datang begini, tapi rugi kita kan. Mau apalagi di bilang. Udah babak belur ini semua kan. Semua klub liga 2 ini kan sudah babak belur. kita patuh terhadap liga dan intruksi PSSI. Rapat di Jogya sudah, semua sudah. Jadi, rapat di Jogya sia – sia itu,” ujar King.

Sebelumnya, pada dialog dengan Kemenpora RI Zainuddin Amali melalui virtual beberapa waktu silam, ketua umum PSSI, Mochamad Iriawan berharap agar kompetisi musim 2020 bisa berjalan sebelum Desember. Termasuk meminta Polri bisa memberikan izin keamanan untuk melanjutkan kompetisi.

Lihat juga : Diperkuat Pemain Baru, PSMS Target Naik Kasta

Iriawan berkeyakinan bahwa sebelum kompetisi dimulai, pihaknya bersama seluruh klub, tim gugus Tugas Covid -19 serta Kemenpora telah mengeluarkan regulasi protokol kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran covid -19.

Termasuk melarang penonton hadir ke Stadion dan membatasi jumlah orang yang ada di Stadion. Hal itu juga telah dibuktikan oleh para skuat timnas U-19 yang kembali dari Kroasia dalam keadaan baik dan sehat.

“Saya berharap kepada pihak pemerintah dan kepolisian bisa memberikan stay kepada kami untuk bisa berkompetisi. mungkin protokol kesehatan semua bisa dijaga karena dari awal sampai sekarang alhamdulillah semua pemain kembali dalam keadaan sehat dan tidak ada satupun yang terkena dampak Covid -19,” ucap Iriawan.

Selain mempertimbangkan perekonomian para pemain, Iriawan juga berharap kompetisi lokal bisa dimulai sebagai sarana evaluasi khususnya bagi timnas muda Indonesia yang akan berlaga di piala dunia Under 20 tahun di Indonesia pada Mei 2021.

Menurutnya, David Maulana dkk harus membutuhkan kompetisi yang levelnya lebih tinggi dibanding sekadar uji coba dan latihan.

Maka, pria yang akrab disapa Iwan Bule itu khawatir performa garuda muda akan menurun jika tiadanya kompetisi di Indonesia sebelum gelaran pesta sepakbola tertinggi di dunia itu.

“Itu sebabanya perlu adanya kompetisi. Ya kami minta, kalau pada saat kompetisi diizinkan mohon berikan waktu untuk mereka bisa berkompetisi," sambungnya.

Jadi, masih kata dia, penting kompetisi untuk meningkatkan performa segala item baik kepada pemain timnas khususnya.

"Mereka kan masih berusia 19 tahun. Bisa melihat pemain seniornya, menambah pengalamannya dan melihat 3 sampai 4 pemain asing bermain bersama di klub ini, bisa menambah apa yang mereka belum punyai selama TC, akan mereka lengkapi pada saat bertanding,” jelasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Kompetisi musim 2020 awalnya ditunda sejak Maret lalu akibat wawbah pandemi Covid-19.

Kemudian setelah masa PSBB diberlakukan PSSI kembali menjadualkan dilanjutkan pada Oktober.

Lagi – lagi karena alasan tidak mendapat izin pihak kepolisian, kembali diundur pada November karena menjelang Pilkada 2020 dan masih tingginya pandemi Covid -19.

Hingga akhirnya melalui rapat EXCO PSSI, kompetisi musim 2020 ditiadakan. (Joko Saputra)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00