YKI Sumut Teken MoU dengan Departemen Patologi Anatomik USU

KBRN, Medan : Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Sumatera Utara (Sumut) menjalin kerja sama dengan Departemen Patologi Anatomik Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU). Dengan kerja sama ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat mendeteksi dini kanker melalui pemeriksaan.

Penandatanganan kerja sama atau memorandum of understanding (MoU) dilakukan oleh Ketua YKI Sumut Nawal Lubis dan Ketua Prodi Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran USU Tengku Ibnu Alferraly, di Kantor Sekretariat YKI Sumut, Jalan Iskandar Muda Medan, Jumat (24/6/2022). 

Kerja sama tersebut antara lain tentang proses pemeriksaan patologi anatomik yang mencakup proses pembuatan sediaan pemeriksaan laboratorium, proses slaid hasil tindakan pap smear yang dilakukan oleh Tim YKI Sumut, yang mencakup melakukan pembacaan dan menyimpulkan hasil pemeriksaan.

Kemudian, tentang pembiayaan pemeriksaan patologi anatomik untuk setiap slaid dan USU bersedia memberikan bantuan tenaga dokter untuk penyuluhan kesehatan kepada masyarakat luas, khususnya untuk penyuluhan deteksi dini penyakit kanker.

Dalam sambutannya, Nawal Lubis menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Departemen Patologi Anatomik Fakultas Kedokteran USU yang bersedia bekerja sama memfasilitasi YKI Sumut untuk mempermudah masyarakat mendeteksi dini kanker.

Nawal menjelaskan, langkah ini sebagai salah satu bentuk kepedulian YKI Sumut mendukung penanggulangan kanker di Sumut. Sehingga penandatanganan MoU ini bisa segera ditindaklanjuti untuk penyelamatan penderita kanker di Sumut

Kepada masyarakat, Nawal juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepeduliannya agar mau datang ke rumah sakit dengan stadium yang lebih rendah, karena jika kanker lebih dini dideteksi akan lebih mungkin untuk disembuhkan. 

"Masyarakat harus mau tau, jangan takut lakukan pemeriksaan, kalau ada gejala harus segera ke rumah sakit, lakukan pemeriksaan dan akan kami fasilitasi," katanya.

Sementara Ketua Prodi Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran USU Tengku Ibnu Alferraly mengatakan MoU ini diharapakan membuka akses luas bagi masyarakat untuk melakukan pemeriksaan sejak dini sehingga bisa cepat diobati. 

"Selama ini masyarakat datang yang berobat sudah terlambat, mereka mutar-mutar mencari pengobatan tradisional, baru ke rumah sakit, jadi sudah stadium lanjut sulit mengobatinya," katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar