19 Hewan Ternak di Sumut Positif PMK, 1.013 Ekor dalam Penanganan

KBRN, Medan : Sebanyak 19 ekor hewan ternak di Sumut positif terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), yakni 7 ekor di Kabupaten Langkat dan 12 ekor di Kabupaten Deliserdang.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut Azhar Harahap mengatakan, kepastian itu diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium yang dilakukan terhadap 598 hewan ternak di Sumut.

Namun ia menegaskan bahwa kondisi perkembangan PMK saat ini masih dalam kategori terkendali dan dapat ditangani dengan baik di Sumut.

"Semua ternak yang positif sudah kita tangani, tidak ada yang mati. Infeksi sekunder yang diderita ternak, Alhamdulillah, sudah mulai membaik. Jadi penyakit ini masih terkendali. Namun penyebarannya sangat cepat,” ujar Azhardalam rapat koordinasi (Rakor) penanganan PMK pada hewan ternak kaki empat, bersama unsur Forkopimda dan instansi terkait, di Medan, Kamis (19/5/2022). 

Pada kesempatan itu juga disampaikan  mekanisme pengawasan, pemeriksaan hingga pemotongan hewan ke seluruh kabupaten/kota.

Dari penyebarannya, lanjut Azhar, saat ini ada empat daerah lagi yang terindikasi secara klinis PMK, yaitu Kabupaten Asahan, Batubara, Kota Binjai dan Medan. Setidaknya ada 1.013 ekor ternak terindikasi PMK yang ditangani hingga kini, dimana guna mengantisipasi penyebarannya, Pemprov telah melayangkan surat kepada seluruh kepala daerah terkait mekanisme pengawasan, pemeriksaan hingga pemotongan, terutama menjelang momentum Hari Raya Iduladha.

“Tidak memperdagangkan hewan ternak dari provinsi lain dan memberikan persyaratan harus mencantumkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari dokter yang berwenang atau kepala dinas,” sebutnya.

Selanjutnya, kata Azhar, menugaskan dokter untuk memeriksa hewan yang masuk ke pasar hewan. Termasuk menyampaikan petunjuk pelaksanaan penanganan hewan kurban di masa PMK, serta bagaimana mekanisme pemotongan dan pembersihan organ bagian dalam.

“Seperti di Langkat, Bupati sudah membuat edaran kepada seluruh Camat agar lalu lintas ternak diperketat. Langkahnya sudah dilakukan bersama TNI/Polri dan Balai Veteriner (Balivet) Medan. Sedangkan untuk wabah, belum kita usulkan karena semua masih bisa ditangani,” lanjutnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar