Harapan Pedagang Lampion dan Angpau di Tahun Baru 2022 Bisa Terjalin Kerukunan Antar Umat Beragama

Atribut dan pernak-pernik Imlek di Gerai Acai Jaya, Jalan Brigjend Katamso, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Rabu (26/1/2022).

KBRN, Medan: Jelang perayaan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada 1 Februari 2022, sejumlah gerai atribut dan pernak-pernik Imlek tampak ramai di berbagai sudut Kota Medan. Salah satunya di Gerai Acai Jaya, Jalan Brigjend Katamso, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun.

Beberapa orang pembeli tampak mulai memburu berbagai macam atribut dan pernak-pernik seperti lampion, bunga sakura dan angpau. Adapun lampion di Acai Jaya tersedia dari berbagai macam seperti terbuat dari kertas, plastik, kain hingga lampion elektrik. Harganya sendiri dibanderol dengan harga yang cukup variatif mulai puluhan ribu hingga jutaan.

Pemilik gerai, Aliansyah, mengungkapkan sampai saat ini atribut yang paling banyak diburu oleh masyarakat di antaranya lampion dan angpau. Dia menjelaskan adapun alasan lampion itu sendiri menjadi atribut yang paling laris, setelah lampion diidentikkan sebagai atribut penyambut Tahun Baru Imlek.

"Yang paling banyak dicari masyarakat lampion, karena lampion itu setiap tahun diganti baru, karena lampion itu kan dipercaya sebagai penyambutan tahun baru itu, makanya lampion selalu diganti," ungkap Aliasnyah kepada RRI Medan, Rabu (26/1/2022).

Selain lampion, atribut seperti angpau tercatat paling banyak dibeli. Alasannya juga hampir sama seperti lampion. Angpau sendiri telah menjadi ikon ketika perayaan Imlek tiba.

Aliansyah mengatakan untuk harga angpau cukup terjangkau dan menjadi atribut yang paling murah.

"Angpau tiap tahun butuh. Harga cuma Rp2.000," tambahnya.

Sementara itu, pada atribut bunga sakura cukup mengejutkan. Pasalnya saat ini bunga sakura itu sendiri telah diproduksi di dalam negeri oleh para pengrajin tangan dan UKM, yang sebelumnya biasa diimpor dari luar negeri.

Aliansyah menjelaskan para pengrajin tangan itu dilatih untuk memanfaatkan kayu-kayu bekas hingga disulap menjadi karya seni bunga sakura.

Bunga sakura ini sekarang kita sudah lokal, kita sudah berdayakan UKM untuk produksi lokal, dengan menggunakan batang-batang cabang kayu yang asli dan gak dipakai lagi, kita ajari mereka, dibagusin, dicat dan dirangkai jadi bunga sakura. Dulu kan masuk dari luar sekarang udah gak lagi, karena pengrajin-pengrajin itu bisa dan itu seni kan," terangnya.

Aliansyah mengaku membuat terobosan untuk memanjakan para pembeli atribut dan pernak-pernik Imlek. Beberapa di antaranya, gerainya menyediakan packaging dan goodie bag agar pembeli tidak lagi susah mengemas hadiah Imlek.

"Di sini kita udah menyediakan bermacam-macam packaging bernuasa imlek dan goodie bag. Salah satu untuk menekan cost untuk ibu-ibu dia gak perlu beli barang impor," katanya.

Terlepas dari itu semua, usahanya yang menjual berbagai atribut dan pernak-pernik Imlek cukup merasakan dampak dari Pandemi COVID-19. Omzetnya tercatat mengalami penurunan sejak dua tahun terakhir.

Aliansyah mengaku sudah agak lega sebagai pelaku usaha melihat kondisi penyebaran COVID-19 di Indonesia khususnya di Kota Medan sudah membaik.

"Kalau kita bandingkan dengan tahun ini, tahun lalu itu cukup merosot karena COVID-19 itu. Ya alhamdulillah untuk tahun ini kan sudah berkurang COVID-nya, masyarakat sudah mulai agak ramai untuk mencari pernak-pernik untuk dekorasi rumah," ujarnya.

"Kita berharap supaya COVID ini menghilang dari bumi kita ini supaya kita bisa hidup normal kembali seperti biasa, karena benar-benar kondisi sekarang ini sulit sekali semua pelaku usaha terganggu seperti kemarin dua tahun kami tutup aja gak berani kasih orang masuk, baru bulan Desember kemarin mulai kami kasih orang masuk dengan protokol kesehatan yang ketat," tambahnya.

Seperti dihimpun, adapun pada perayaan Tahun Baru Imlek 2022 ini, shio Macan Air yang akan menjadi andalan. Shio Macan Air dipercaya akan mendatangkan kekuatan, keberanian, dan ketangguhan dalam menghadapi kesulitan.

Sementara itu, Aliansyah menambahkan agar perayaan Imlek kali ini bisa berlangsung sederhana namun dapat menciptakan kerukunan umat beragama di Indonesia khususnya di Kota Medan.

"Di Imlek ini kita harapkan semua aman sentosa rukun damai seluruh masyarakat di Indonesia terutama Kota Medan, tidak terjadi masalah-masalah yang tidak kita inginkan agar semua bisa hidup rukun," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar