DPW PERWAKU Sumut Dilantik, Edy Rahmayadi Minta Kelestarian Lingkungan Tetap Dijaga

KBRN, Medan : Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memiliki kekayaan alam yang melimpah dan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, jika dikelola dengan baik. Karena itu, kelestarian alam harus tetap dijaga bersama agar jangan sampai rusak.

“Tuhan yang menciptakan ada gunung, hutan, sungai, laut dan hewan. Tuhan pastinya menciptakan itu semua ada manfaatnya, jadi kelestarian lingkungan ini harus tetap dijaga,” kata Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat menghadiri pelantikan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan Indonesia (PERWAKU) Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman Medan, Kamis (20/1/2022).

Edy menuturkan, kekayaan alam boleh dimanfaatkan manusia, tetapi pemanfaatannya tidak boleh secara berlebihan. Karena jika berlebihan, maka kekayaan alam yang melimpah akan habis, bahkan hilang dan berdampak pada terganggunya ekosistem alam.

Edy Rahmayadi menyambut baik pelantikan DPW PERWAKU Sumut. Diharapkan PERWAKU dapat berkontribusi bagi kelestarian alam di daerah ini, sehingga potensi dan kekayaan alam Sumut yang ada saat ini tetap lestari dan dapat dinikmati hingga generasi mendatang.

Sementara Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PERWAKU Jatna Supriatna mengatakan, Sumut memiliki berbagai potensi alam yang tidak dimiliki provinsi lain maupun dunia, sehingga perlu adanya rasa kasih sayang untuk menjaganya. Dengan kasih sayang akan menciptakan persatuan untuk menjaga lingkungan.

“Sumut ini harus dijaga, di sini ada dua spesies orang utan selain potensi Danau Toba,” ungkapnya.

Jatna berharap, selain untuk dilestarian, potensi alam yang ada juga perlu dikembangkan untuk memperoleh peningkatan nilai ekonomi masyarakat. 

“Di sini  PERWAKU tidak hanya ahli dalam pelestarian lingkungan hidup, tetapi mampu membuka peluang bisnis untuk peningkatan ekonomi masyarakat,” katanya.

Ketua Umum DPW PERWAKU Sumut Arlen Hanel John mengatakan, kerusakan dan pencemaran lingkungan hidup disebabkan kurangnya pemahaman tentang arti keseimbangan ekosistem. Padahal, jika semua paham arti pengembangan ekosistem, maka seluruh kebutuhan hidup tersebut akan terpenuhi.  

Ia menuturkan, PERWAKU Sumut sebagai wadah para cendikiawan, ilmuan, praktisi dan masyarakat yang peduli terhadap lingkungan hidup, siap bermitra dengan Pemprov Sumut untuk pemulihan lingkungan hidup.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar