Tarif Cukai Rokok Naik, Tim Penelaah Cukai Hasil Tembakau USU Beberkan Hasil Kajian: Belum Saatnya

KBRN, Medan: Adanya kenaikan harga tarif Cukai Hasil Tembakau ( CHT) di tahun 2022 membuat tim penelaah cukai hasil tembakau Fakultas Ekonomi USU angkat bicara pada Rabu (19/1/2022). Demikian dilansir dari Tribun-Medan.com.

Menurut Ketua Tim Penelaah CHT Coki Ahmad Syahwir pihaknya telah mengkaji kenaikan harga ini selama satu bulan bersama tiga rekannya. Coki menuturkan selama satu bulan tersebut pihaknya mendapat berbagai data yang mana menurut timnya kenaikan tarif CHT di tahun 2022 belum saatnya dilakukan.

"Hasil kajian kita itu berawal data dari Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri) yang menyatakan bahwa realisasi produksi rokok terus meningkat sebesar 5,03 persen," ucapnya.

Sementara dikatakan Coki data dari Kementrian Keuangan menyatakan realisasi produksi rokok mencapai 208,6 miliar batang rokok.

"Sehingga ketika harga tarif CHT dinaikkan berdasarkan riset kami itu merugikan banyak pihak di antaranya pengusaha rokok, petani tembakau dan beberapa sektor lainnya," terangnya.

Menurut Coki sebelum menaikkan tarif CHT, pemerintah bisa mempertimbangkan beberapa hal.

"Ada beberapa hal yang harus dipikirkan sebelum keputusan tarif CHT dinaikkan, yakni kedepan tantangan berat perusahaan produsen rokok itu keberadaan rokok ilegal," jelasnya.

Selain itu pertimbangan lainnya ialah masyarakat akan beralih untuk merokok dengan produk ilegal. Sejauh ini juga menurut Coki perokok di Indonesia masih cukup tinggi sehingga tidak perlu diharuskannya untuk kenaikan harga CHT.

"Masih banyak lainnya yang mungkin bisa menjadi pertimbangan pemerintah," ucapnya.

Untuk itu berdasarkan hasil riset tersebut, pihaknya berharap agar pemerintah tidak menaikkan tarif CHT di tahun ini

"Kami berharap mungkin pemerintah bisa melihat hasil riset kami sehingga bisa mempertimbangkan untuk tidak menaikkan tarif CHT," ucapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar