Pengamat: Bericara soal UMP, Pengusaha Jangan Terlalu Kaku.

Dekat Fisip Umsu . (Antaranews.com)

KBRN, Medan : Pengamat sosial Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Dr Arifin Saleh Siregar mengatakan pengusaha semestinya tidak terlalu kaku dengan standar upah minimum yang telah ditetapkan pemerintah daerah masing-masing. "Jangan terlalu kaku, kalau memang perusahaannya sehat, tidak ada salahnya memberikan upah lebih tinggi dari yang telah ditetapkan pemerintah," katanya Dilansir dari ANTARANEWS.Com, Selasa (30/11). Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi telah menetapkan upah minimum provinsi (UMP) 2022 sebesar Rp2.522.609 yang ditandai dengan terbitnya Surat Keputusan (SK) Nomor 188.44/746/KPTS/2021.

Terkait UMP sebesar Rp2.522.609 tersebut, Arifin menilai hal itu tentunya sudah tidak bisa diganggu gugat lagi, meski dinilai masih jauh dari apa yang diharapkan kalangan buruh. "Dialog harus lebih luas dilakukan dengan semua pihak, sehingga bisa membuat keputusan yang benar benar bisa diterima semua pihak. Karena UMP sudah ditetapkan, sekarang ini tinggal pengawasan yang perlu diperketat. Jangan nanti sudah diputuskan ternyata implementasinya tidak sesuai dengan yang sudah diputuskan," lanjut Dekan FISIP UMSU.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar