APBD Pemko Medan  Tahun 2022 Rp 6,6 T Disahkan

Sidang Paripurna DPRD Medan pembacaan pendapat akhir fraksi.jpg

KBRN, Medan: Pimpinan DPRD Medan dan Walikota Medan menyepakati dan mensahkan Ranperda APBD tahun  2022 menjadi Perda APBD Pemko Medan tahun 2022 sebesar RP 6,6 Triliun lebih, ditandai dengan  penandatanganan bersama antara legislatif dan eksekutif di gedung dewan, Selasa 30 November 2021.

Kesepakatan dan pengesahan  RAPBD tahun 2022 menjadi Perda APBD itu dilakukan dalam sidang paripurna DPRD Medan dipimpin Ketua DPRD Medan Hasyim  didampingi Wakil Ketua DPRD Medan H Ihwan Ritonga, Rajudin Sagala dan HT Bahrumsyah dan sejumlah staf yang merupakan  alat kelengkapan dewan.

Hadir dari pihak eksekutif Walikota Medan  Bobby Afif Nasution, Wakil Walikota Medan Aulia Rachman dan  para pimpinan OPD Pemko Medan.

Sebelum pengesahan, 8 Fraksi di DPRD Medan menyampaikan pendapat akhir masing-masing yang semuanya  menyetujui dan menerima Ranperda ditetapkan menjadi Perda.

Pendapat Fraksi  PDI Perjuangan yang dibacakan Ketua Fraksi  Roby Barus dalam  pendapat akhir menyampaikan  apresiasi dan dukungan terkait langkah yang akan dilakukan Pemko Medan guna pemenuhan program peningkatan pelayanan kesehatan.

“Pemko Medan harus kommit  melakukan peningkatan mutu pelayanan di Puskesmas, pengoperasian rumah sakit  tipe C di Belawan, memperbaiki kwalitas pelayanan RS Pirngadi Medan dan peningkatan SDM bidang kesehatan serta sarana dan prasarana,” kata Robi Barus

Selain bidang kesehatan, kata Robi Barus, Fraksi PDI P terus mendorong Pemko Medan melakukan pemulihan ekonomi masyarakat dimasa pandemi Covid 19 dan melakukan program pengamanan sosial  dengan mengidentifikasi penerima bantuan agar lebih tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.

Khusus mengenai pendidikan, Fraksi PDI P mendesak Dinas Pendidikan tetap memprioritaskan kesejahteraan guru,sama halnya terkait Perda No 4 Tahun 2012 tentang sistem kesehatan,serta  program Universal Health Coverage (UHC) agar dapat direalisasikan Tahun 2022.

.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar