Stok Vaksin di Kota Medan Semakin Menipis

KBRN, Medan: Wali Kota Medan, Bobby Nasution,  mengakui stok vaksin di Kota Medan semakin menipis. Kondisi ini, ungkapnya, tidak hanya terjadi di Medan saja, tapi juga di sejumlah daerah lainnya di Sumatera Utara (Sumut). Bahkan,  beberapa kali sudah disampaikan dalam rapat dengan Menko Perekonomian dan Menteri Kesehatan. Kondisi itu, paparnya, menyebabkan 40 % warga yang sudah divaksin dosis pertama hingga kini belum disuntikkan vaksin dosis kedua.

“Stok vaksin saat ini sangat minim. Agustus minggu pertama, kemungkinan  baru bisa masuk lagi. Bagi warga yang sudah divaksin dosis I namun dosis II terlambat, vaksinnya tidak gagal sama sekali dan masih boleh divaksin untuk dosis kedua. Ini yang harus dipahami oleh masyarakat, tidak gagal juga tidak harus mengulang kembali dari awal,” jelas Bobby, Jumat (30/7/2021).

Bobby Nasution mengatakan, stok vaksin saat ini tidak seimbang dengan target yang telah ditetapkan. Target vaksinasi, sebutnya,  10.000/hari. Kemarin, sisa vaksin 8.000 dan yang baru masuk hanya 100 vial (1.000 vaksin).

“Setengah hari habis yang 1.000 vaksin itu. Makanya, kita minta kemarin yang dosis II diutamakan,” terangnya.

Selanjutnya menyikapi meningkatnya kasus Covid-19 di Kota Medan, Bobby Nasution mengatakan, bed di RSUD Dr Pirngadi sudah ditambah 200 bed dan ruang ICU 22 bed.  Penambahan bed dan peralatan medisnya  dibantu oleh Kementerian Kesehatan, sedangkan  pembangunannya dibantu Kementerian PUPR untuk peralatan medisnya.

Selain RSUD dr Pirngadi, jelas Bobby Nasution, RSUP H Adam Malik juga dilakukan penambahan bed. Di kedua rumah sakit itu dikhususkan untuk menangani warga positif Covid-19 dengan gejala berat.

Untuk yang di eks Hotel Soechi International, tegas Bobby Nasution, dikhususkan untuk warga yang positif Covid-19 dengan gejala ringan atau orang tanpa gejala (OTG).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00