Jangan Mudik, Covid-19 Masih Berbahaya

KBRN, Medan : Masyarakat diminta mematuhi aturan larangan mudik lebaran 1442 H, karena pandemi Covid-19 masih berbahaya. Di Suamatera Utara, tingkat kematian akibat Covid-19 masih tinggi yakni 3,3 persen. 

Ketua Tim Penanganan Penyakit Infeksi Emerging Satgas Covid-19 Provinsi Sumatera Utara dr Restuti Hidayani Saragih mengatakan, Covid-19 di Sumut masih berbahaya karena terus ditemukan kasus baru. Selain itu, angka kematian di Sumut juga masih tinggi.

“Masih kita temukan kasus yang belum bisa dikatakan aman. Data per 5 Mei, total kumulatif kasus terkonfirmasi ada 29.724 orang. Yang sangat memprihatinkan dan masih menjadi PR kita bersama adalah angka kematian atau mortalitas totalnya 978 orang sudah meninggal atau 3,3 persen dari seluruh total kasus,” kata Restuti dalam dialog dengan RRI Medan, Kamis (6/5/2021).

Ia menuturkan, saat ini ada 2.307 kasus aktif di Sumut. Kasus aktif adalah orang-orang yang terkonfirmasi dan sedang dalam perawatan isolasi, baik isolasi di rumah sakit maupun isolasi mandiri.

“Itu ada 2.307 orang atau 7,8 persen. Jadi bisa disimpulkan bahwa sesuai pandemi global, Sumut masih dalam kondisi bahwa pandemi masih berbahaya,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Lalulintas Polda Sumut Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda mengatakan, pihaknya sudah mulai melakukan penyekatan mudik pada Kamis (6/5/2021).

Penyekatan dilakukan di perbatasan-perbatasan provinsi. Untuk perbatasan Sumut- Aceh, ada empat titik penyekatan yakni di Kabupaten Langkat, Pakpak Bharat,Tanah Karo, dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Kemudian di perbatasan Sumut - Riau, penyekatan dilakukan di Kabupaten Labuhanbatu dan Padang Lawasn. Terakhir perbatasan Sumut-Sumbar, penyekatan dilakukan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). 

“Sesuai edaran dari Satgas pusat, tanggal 6 -17 Mei kita melakukan larangan mudik, kita sekat di perlintasan,” ujarnya.

Ia menuturkan, bagi masyarakat yang tetap nekat melakukan mudik, akan diminta kembali atau putar balik ke daerah asal. 

“Anggota akan putarbalikkan kendaraan yang tidak memiliki izin atau kepentingan-kepentingan lintas batas yang tidak sesuai ketentuan,” tuturnya. 

Dikatakan Valentino, penyekatan mudik ini melibatkan sekitar 7.000 personil terdiri dari polisi, TNI dan pemerintah daerah. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00