20 Ribu Alquran Diwakafkan untuk Sumut

KBRN, Medan : Yayasan Amirul Ummah menyalurkan 20 ribu Alquran ke Sumatera Utara. Alquran yang merupakan wakaf ini akan disebar ke 700 titik di Sumut, mulai dari masjid, musala, pondok pesantren, hingga panti asuhan. 

Direktur Yayasan Amirul Ummah Irfan Ahmad Fauzi mengatakan, berdasarkan data MUI, kebutuhan Alquran di Indonesia sebanyak 2 juta setiap tahun. Hal tersebut disebabkan berbagai faktor, antara lain bencana alam dan penambahan jumlah penduduk Indonesia. Karena itu, Yayasan Amirul Ummah hadir untuk memenuhi kebutuhan tersebut. 

Selain Sumut, pihaknya juga telah menyalurkan Alquran ke beberapa provinsi di Indonesia. Antara lain Palu, Nusa Tenggara Barat, Gorontalo, dan lain sebagainya. Untuk penyaluran di Sumut akan dibantu oleh 26 mitra lembaga. 

“Diharapkan, penyaluran Alquran tersebut tidak menumpuk di satu titik,” kata Irfan pada acara penyaluran wakaf 20 ribu Alquran untuk Sumut di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Senin (19/4/2021). 

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengapresiasi wakaf 20.000 Alquran untuk  Sumut. Program wakaf Alquran dari Yayasan Amirul Ummah tersebut diharapkan dapat membawa keberkahan bagi  Provinsi Sumut.  Menurut Edy, Alquran memberi petunjuk umat Islam tentang kebaikan dan kebenaran dalam kehidupan sehari-hari. Semakin banyak disebarkan Alquran, maka akan semakin banyak juga orang yang membaca dan mengamalkan isi kandungan Alquran, sehingga akan mendatangkan keberkahan bagi Provinsi Sumut. 

“Semakin banyak orang yang membaca Alquran, akan mendatangkan keberkahan bagi Provinsi Sumut. Karena Alquran akan menuntun orang menjadi baik,” ujar Gubernur. 

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menyerahkan wakaf Alquran secara simbolis kepada hafiz cilik Muhammad Tegar yang berkebutuhan khusus. Edy juga menguji Tegar dengan meminta untuk melafalkan Surah Ar-Rahman. Tegar pun menyanggupinya dan melantunkan Surah Ar-Rahman dengan begitu indah dan merdu, sehingga membuat mata Gubernur berkaca-kaca.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00