Riset : Remaja Kecanduan TikTok Cenderung Gampang Lupa

ilustrasi bermain TikTok(freepik)

KBRN, Medan : TikTok menjadi salah satu sosial media terbesar di Dunia saat ini. Dilansir dari Backlinko, Kamis (27/1/2022), per Januari 2022 TikTok memiliki 1 miliar pengguna aktif dari seluruh dunia. Dari 4,48 miliar pengguna aktif media sosial di seluruh dunia, 22,32 persennya merupakan pengguna aktif TikTok.

Tak jauh berbeda dengan media sosial lain, TikTok juga memicu kekhawatiran banyak pihak soal ketergantungan dan kesehatan mental, khususnya untuk remaja dan anak-anak. Ada banyak penelitian yang telah dilaksanakan terkait hubungan kesehatan mental. Diskursus tersebut salah satunya membahas kaitan penggunaan media sosial dengan kemampuan kognitif pengguna remaja. 

Peneliti dari Southwest University, China, menemukan remaja yang kecanduan TikTok mengalami pengurangan kapasitas memori. Penelitian ini dipublikasikan di International Journal of Environtmental Research and Public Health per Agustus 2021 lalu.

Penelitian ini dilakukan dengan 3036 pelajar SMA China, yang menjalani asesmen kencanduan terhadap spesifik media sosial TikTok. Hasilnya, ada korelasi antara kecanduan TikTok (disebut sebagai TikTok use Disorder atau TTUD) dengan lemahnya ingatan.

Tes tersebut dilakukan dengan memberikan para siswa angka berderet beberapa digit, dan siswa diharuskan mengingat menyebutkan kembali angka tersebut, termasuk dengan urutan terbalik. Siswa yang di awal memiliki dinilai mengalami kecanduan Tiktok atau TTUD memperoleh skor yang rendah untuk uji ingatan.

Di awal peneliti tidak hanya mengambil asesmen kecanduan TikTok pelajar, tapi juga mencari tahu nilai depresi, kecemasan, dan stres. Hasilnya, siswa yang menunjukkan performa buruk di tes urutan angka, menunjukkan korelasi positif dengan depresi, kecemasan, dan stres.

“TikTok use Disorder (TTUD) secara positif terkait dengan kehilangan memori, dan juga terkait secara positif dengan depresi, kecemasan, dan stres. Depresi, kecemasan, dan stres secara positif terkait dengan kehilangan memori. Selanjutnya, depresi, kecemasan, dan stres memiliki efek mediasi antara TTUD dan kehilangan memori,” simpul peneliti di makalah penelitian.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar