Mengenal Motor Listrik Gorogo dan Gojek

Motor listri Gorogo

KBRN, Medan : Kesepakatan kemitraan Gojek dan Gorogo sudah ditandatangani sejak September 2021 lalu. Dengan kemitraan yang dijalin Gojek bersama Gogoro, maka tidak lama lagi kendaraan listrik asal Taiwan itu akan banyak berseliwaran di jalanan Ibu Kota.

Dari laman resmi Gogoro Global, Kamis (27/1/2022), setidaknya mereka punya 7 model yang ditawarkan mulai dari S Performance, 1 Series, 2 Series, 3 Series, Gogoro VIVA , Gogoro VIVA Mix, dan Gogor Viva XL.

Semua varian tersebut memiliki tampilan yang futuristik dan modern. Dimensinya bervariasi, dari bertubuh kompak sampai berukuran cukup besar. Masing-masing model dibenamkan jumlah baterai yang berbeda, ada yang 1 buah maupun 2 buah. Artinya untuk daya jelajah masing-masing varian punya perbedaan.

  1. Gogoro 1 Series, motor listrik ini diklaim bisa berjalan sampai 150 kilometer sekali pengisian baterai penuh. Adapun untuk output tenaganya sekitar 7,2 kW atau setara 9,6 daya kuda.
  2. Gogoro 2 Series, dari laman resminya, motor listrik ini bisa berjalan sampai 170 kilometer dalam kondisi baterai penuh. Performa yang dihasilkan mirip-mirip motor matik konvensional 125 cc atau punya tenaga maksimal 9,3 daya kuda. Varian ini juga sudah dibekali dengan pengereman SBS (Synchronized Brake System, ABS (Anti-lock Braking System), dan 2 unit baterai.
  3. Gogoro 3 Series, sama seperti 2 Series, varian ini diklaim pabrikan bisa menjelajah sampai 170 kilometer dengan rata-rata kecepatan 30 km per jam. Bentuk tubuhnya dibuat besar dan panjang sehingga lebih nyaman untuk dikendarai. Volume bagasi mencapai 26,5 liter yang sanggup menyimpan helm.

Semua produk Gogoro dibekali dengan teknologi yang memungkinkan motor tersambung dengan smartphone dan menjadi navigasi. Ada pula fitur keamanan anti-theft, dan panel meter full digital.

Dari lembar portofolio mereka, nantinya varian Series tersebut memiliki turunan model yang dibedakan secara fitur dan tampilan.

Nantinya soal penggunaan baterai, seperti yang sudah dijelaskan di atas tadi. Sistem pengisian baterai menggunakan skema baterai swap. Ini lebih mempermudah pengendara dalam penggunaan kendaraan listrik karena tak perlu menunggu pengisian daya. Pengendara cukup datang ke stasiun tukar baterai yang dinamakan GoStation dan Anda bisa langsung melanjutkan aktivitas.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar