Deklarator KAMI Sebut Gerakan Moeldoko Praktik Demokrasi Kotor

KBRN, Medan: Perhelatan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat versi Deli Serdang,  Sumatera Utara pada Jumat (5/3) lalu, menetapkan Kepala Staf Presiden, Jenderal TNI (purn) Moeldoko ditetapkan menjadi ketua umum dan menyatakan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) otomatis demisioner dari jabatan ketua umum. Namun, banyak pengamat menganggap KLB tersebut ilegal lantaran tidak sesuai AD/ART partai berlambang bintang Mercy ini.

Aktivis muda sekaligus Deklarator Kesatuan Aliansi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Korneles Galanjinjinay menyorot manuver Moeldoko dalam kisruh kepengurusan Partai yang berdiri sejak 2001 ini. Korneles menduga gelagat Moeldoko yang mengkudeta AHY adalah sebuah gerakan yang kotor dalam demokrasi.

"Gerakan pengkudetaan ini adalah praktik permainan kotor, harus nya contoh seperti ini sudah kita tinggalkan dan tidak boleh dicontohkan kepada anak muda terlebih gerakan moeldoko sangat sarat kepentingan dengan upaya kudeta dari eksternal partai Demokrat,  kalau pemerintah diam dalam hal ini rakyat bisa menebak bahwa Pak Moeldoko mendapat restu dari istana, kata Korneles kepada awak media, Minggu (7/3).

Mantan Ketua Umum Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) ini menilai pengambilalihan Demokrat oleh Moeldoko tidak seharusnya terjadi karena moeldoko adalah pejabat istana Dan juga bukan bagian internal partai, seperti kejadian kudeta partai yang pernah terjadi sebelumnya,  seperti PKB dan PDIP. 

"Tentu hal ini penting bagi kehidupan demokrasi Dan politik negara, saya melihat ada kekuatan pemerintah yang bisa mem-bredel partai partai, Sangat tidak etis dan tidak elok apabila seorang Pejabat lingkaran satu istana mengambil alih partai orang lain, apalagi sejak awal Moeldoko tegas menyatakan tidak terlibat kudeta Demokrat, tapi ujungnya menerima menjadi Ketum versi KLB Sumut, ini namanya pembohongan publik, Pejabat negara tidak boleh seperti ini." tegas korneles. 

Lanjut menurut korneles, "Publik pasti menduga bahwa manuver Moeldoko ini atas persetujuan jokowi, bagaimana tidak Moeldoko adalah orang yang paling dekat dengan Jokowi, sebagai anak buah Jokowi, Moeldoko pasti lapor ke Bosnya, kalau benar ini terjadi, maka tindakan moeldoko sangat fatal mencederai demokrasi Dan mencoreng wibawa istana, semoga Pak Jokowi tidak setuju tindakan Politik kotor moeldoko".

Korneles juga menambahkan Presiden Jokowi untuk menindak Kepala Staf Kepresidenan tersebut.

"Kita berharap Bapak Jokowi segera menindak tegas manuver Moeldoko, untuk memberikan pelajaran demokrasi Yang santun Dan menyelamatkan wibawa istana ditengah  pandangan publik" tutup nya. 

Sebelum nya KLB digelar di The Hill Hotel and Resort Sibolangit, Deli Serdang, Sumatea Utara (Sumut) pada hari ini. Bekas pendiri Partai HM Darmizal MS menyebut KLB akan dihadiri sekitar 1.200 orang yang terdiri dari peserta DPC dan DPD dan tamu undangan dari seluruh Indonesia. (Mulkan Hasan)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00