Buronan Kasus Pengadaan Videotron Pemko Medan Ditangkap

Tersangka saat berada di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (ist)

KBRN, Medan: Tim Tangkap Buronan dari Intelegen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menangkap tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan videotron pada Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Medan tahun 2013 lalu. 

Tersangka adalah Djohan (49), warga kompleks perumahan Ladang Mas di Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan. Dia merupakan Direktur CV Putra Mega Mas, yang merupakan rekanan Disperindag Kota Medan dalam pengadaan videotron tersebut. 

Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Ida Bagus Nyoman Wiswantanu melalui Asisten Intelegen, Dwi Setyo Budi Utomo, mengatakan tersangka ditangkap di rumahnya pada malam tadi sekitar pukul 19.00 WIB. 

"Pada saat tim kita mau menangkap, tersangka berusaha berkelit. Itu karena identitas tersangka berbeda antara KTP dan SIM. Dugaan kita, tersangka berusaha untuk mengganti identitas agar tidak dikenali," sebut Dwi, Jumat (15/1/2021) malam.

Dwi menjelaskan, tersangka terkait dalam perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi pada kegiatan pengadaan sarana informasi massal tentang harga kebutuhan pokok secara elektronik (Videotron) pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan Tahun 2013 dengan anggaran sebesar Rp. 3.168.120.000.

"Berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Medan Nomor : Print-02/N.2.10/Fd.1/03/2017 tanggal 20 Maret 2017 tersangka Djohan diduga melanggar Pasal 2 ayat 1 Jo pasal 18 subsidiair pasal 3 Jo pasal 18 UU no 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, " jelas Dwi.

Sementara itu Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian, menyebutkan jika tersangka mangkir sejak tanggal 3 Juli 2017. Setelah ditangkap, Djohan kemudian diserahkan langsung kepada Tim Intelegen Kejaksaan Negeri Medan yang menangani kasus dugaan korupsi videotron tersebut. Kepala Seksi Intelijen Bondan Subrata menerima langsung penyerahan tersebut. 

"Malam ini juga kita urus semua kelengkapan dokumennya termasuk rapid test antigen untuk kemudian kita titipkan di Rutan Tanjung Gusta dan selanjutnya akan ditangani oleh tim penyidik Pidaus Kejari Medan agar berkasnya segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Medan untuk disidangkan," tandas Bondan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00