Lari ke Medan, Buronan Penjual TKI Dikembalikan ke NTT

Terpidana kasus perdagangan manuia saat diserahkan dari Kejati Sumut ke Kejati NTT (ist)

KBRN, Medan: Stefen Agustinus alias Ko Aven, terpidana kasus perdagangan manusia yang telah divonis hukuman 7 tahun penjara, dikembalikan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah melarikan diri ke Medan. 

Penyerahan Stefen kepada tim dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT dilakukan Tim Tangkap Buronan (Tabur) Intelegen Kejati Sumatera Utara di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Jalan AH Nasution, Kota Medan, Kamis (14/1/2021).

Kepala Seksi Penerangan Hukum pada Kejati Sumut, Sumanggar Siagian, menyebutkan, Stefen ditangkap di rumah persembunyiaanya di Jalan Metal, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan pada Rabu, 13 Januari 2021 kemarin.

Penangkapan dilakukan atas dasar permohonan bantuan dari Kepala Kejati NTT per tanggal 12 Januari 2021 kepada Tim Tabur Kejati Sumatera Utara. 

"Setelah kita tangkap kemarin, hari ini kita serahkan terpidana ini kepada tim dari Kejaksaan Tinggi (NTT) yang datang menjemput terpidana tersebut. Selanjutnya proses hukum terhadap terpidana ini akan dilakukan di NTT," kata Sumanggar, Kamis (14/1/2020).

Sumanggar menceritakan, selama bersembunyi di Medan, Stefen bekerja di kantor ekpedisi pengiriman barang dari Medan ke Sabang. 

"Tim kita bahkan harus menyamar sebagai warga masyarakat yang ingin mengirimkan barang ke Sabang untuk bisa masuk ke rumah yang dijadikan kantor ekspedisi tersebut. Kita akhirnya bisa menangkap yang bersangkutan tanpa perlawanan," jelasnya. 

Kasi A Kejati NTT, M Nur Eka Firdaus, menjelaskan Steven divonis hukuman 7 tahun penjara sesuai dengan amar Putusan Mahkamah Agung  No. 2479K/PID.SUS.2017 Tanggal 31 Januari 2018. Steven dan 2 tersangka lainnya dalam kasus itu disebut melanggar Pasal 48 ayat 1 UU NO. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana  Perdagangan Orang. 

"Jadi kasusnya tahun 2017. Saat itu terpidana ini bersama dua rekannya mengirimkan pekerja dari NTT secara ilegal ke Malaysia. Dalam kasus itu, satu dari tiga pekerja yang dikirim meninggal dunia di Malaysia," sebutnya. 

Kasus itu, kata Eka, sudah disidangkan di Pengadilan Negeri Kupang pada tahun 2017 lalu. Saat itu Steven dinyatakan bersalah namun menyatakan banding hingga akhirnya kasasi ke Mahkamah Agung. Ia sempat ditahan namun masa penahanannya habis sebelum putusan banding dan kasasinya keluar. Sehingga pihak Kejaksaan melepaskannya hingga akhirnya Steven buron. 

"Sementara dua tersangka lainnya yakni Komarudin dan Rachmawati masih buron. Rachmawati sudah kita ketahui keberadaannya di Singapura, tapi belum bisa ditangkap," sebutnya.

Atas tertangkapnya Steven, Eka mengucapkan terima kasih kepada Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

"Kita ucapkan terima kasih. Dari sini (Kejati Sumut) kita akan bawa terpidana ini ke Kupang dengan pesawat udara melalui Jakarta. Dijadwalkan kita tiba besok pagi di Kupang," tukasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00