Produksi dan Gunakan Uang Palsu, Bobby Ditangkap Polisi

Tersangka (baju kuning) saat menjelaskan pembuatan dan penggunaan uang palsu. Ist.

KBRN, Medan: Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Patumbak, menangkap Bobby Hartanto, karena memproduksi dan menggunakan uang palsu.

Ia mengaku belajar membuat uang palsu itu dari chanel YouTube.

Pelaku berusia 34 tahun ini merupakan warga Jalan Delitua, Gang Sei Deli, Kelurahan Suka Makmur, Kecamatan Delitua.

Kapolsek Patumbak, Kompol Arfin Fachreza mengatakan, pengungkapan ini berawal saat korban yang tidak diketahui identitasnya menjual HP merk Vivo Y17 melalui aplikasi OLX seharga Rp 1.750.000, Rabu (25/11).

"Kemudian pelaku menawarnya menjadi Rp 1.700.000. Mereka berdua lalu sepakat bertemu di Jalan Garu VI Gang Merbuk, Kecamatan Medan Amplas," kata Kompol Arifin, Selasa (1/12).

Setelah menerima uang dari tersangka, korban merasa curiga dan memanggil temannya untuk memeriksa uang itu. Usai diperiksa, ternyata palsu, sehingga korban dan teman-temannya kemudian mengamankan tersangka berikut 19 lembar uang palsu pecahan 100 ribu.

"Kejadian itu dilaporkan ke polisi. Petugas Polsek Patumbak langsung turun ke lokasi dan mengamankan Bobby," jelasnya.

Ia menuturkan, pihaknya yang mendapat laporan ini kemudian mengamankan dan membawa tersangka ke Polsek Patumbak.

"Keesokan harinya, kami langsung melakukan pengembangan ke rumah tersangka dan kembali berhasil mengamankan 17 lembar lainnya uang palsu pecahan 100 ribu," terangnya.

Arfin menyebutkan, selain 36 lembar uang palsu pecahan 100 ribu itu, pihaknya turut mengamankan barang bukti lainnya berupa satu unit mesin printer merk Canon type MG2570 S, sebuah penggaris besi.

Sebuah pisau cutter, 5 buah suntik printer dengan isi tinta berbagai warna, 1 rim kertas ukuran A4, 5 botol kecil tinta berbagai warna dan sebuah cartridge Canon.Tersangka dijerat Pasal 26 ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) Jo Oasal 36 ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) UU RI Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan pidana denda paling banyak Rp50.000.000.000.

Bobby yang mengaku bekerja sebagai buruh tower ini mengatakan, ia mempelajari cara membuat uang palsu dari chanel YouTube.

Kata dia, membuat uang palsu untuk mendongkrak ekonomi dengan cara menggunakan uang palsu sebagai alat transaksi.

"Belajar dari YouTube. Saya ingin menggunakan uang palsu itu untuk kebutuhan sehari-hari," ucapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00