Infrastruktur Jalan Hingga Listrik Masih Jadi Kendala di Desa Wisata Bukit Lawang

KBRN, Medan : Sejumlah desa wisata di Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat akan dikembangkan untuk menarik minat wisatawan. Namun masih ada sejumlah kendala dalam pengembangan desa wisata tersebut, mulai dari infrastruktur jalan hingga listrik yang sering padam.

Ada empat desa wisata yang akan dikembangkan di Kecamatan Bahorok, untuk mendukung kemajuan destinasi wisata Bukit Lawang. Kepala Bappeda Langkat Rina W Marpaung memaparkan potensi yang dimiliki keempat desa yang akan dikembangkan tersebut. Pihaknya juga telah melakukan survei untuk melihat kelebihan dan kekurangan desa-desa tersebut.

"Konsep yang diterapkan di Bukit Lawang adalah ekowisata yang mengutamakan aspek konservasi alam, pembelajaran, partisipatif serta mendukung pemberdayaan sosial, budaya dan penggerak ekonomi masyarakat lokal menjadi," kata Rina saat meninjau sejumlah desa wisata di Bahorok bersama Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah, Minggu (16/1/2022).

Rina juga menyampaikan masalah yang dihadapi dalam pengembangan desa wisata tersebut, selain infrastruktur jalan, pihaknya juga telah mencatat di antaranya listrik yang sering padam, jaringan internet lemah, ATM belum tersedia, pembangunan poliklinik, dan lainnya. Sementara itu, untuk atraksi dan promosi pihaknya mengaku telah menyusun program Pekan Budaya, Event Junggle Trail Running, Tour to Bulungan, Rafting, Tubing, Festival Kuliner, Festival Bukangta Tahunan dan lainnya.

Rina menuturkan, empat desa yang akan dipoles tersebut telah disepakati secara tertulis oleh seluruh kepala desa, bahkan di antaranya sudah mendaftarkan untuk BUMDes. Skema Balkondes (Balai ekonomi desa) juga akan dilakukan dengan didampingi BUMN dan BUMS sekitar.

 "Kami juga akan melakukan upaya pemenuhan kegiatan ekonomi lokal dengan mengidentifikasi daya tarik, fasilitas, kelembagaan dan paket wisata serta melakukan upaya lainnya di antaranya juga pemenuhan infrastruktur, sarana dan prasarana," ujar Rina.

Anggota DPRD Sumut Edi Suratman dan Kadis Bina Marga dan Bina Kontruksi Sumut Bambang Pardede menyoal retribusi yang tidak terkonsep dan banyak dikeluhkan wisatawan.

Sementara Wakil Direktur Bidang Akademik Politeknik Pariwisata Medan Femmy I Dalimunthe juga mengaku pihaknya telah memprogramkan kegiatan Pelatihan Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa untuk masuk ke tujuh desa, baik itu di Bukit Lawang dan Tangkahan.

"Kami siap memberikan pendampingan kepada warga untuk meningkatkan SDM. Bagaimana warga atau pelaku usaha memberikan pelayanan primanya. Kita akan dampingi untuk UMKM untuk promosi dan kemasannya bahkan nanti kami juga akan bantu agar konsep untuk retribusi bisa lebih terarah. Ada 14 tim di 7 desa ini, intinya kami siap mendukung," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar