Potensi Pulau Tak Berpenghuni di Kabupaten Humbang Hasundutan

KBRN, Medan: Dlansir dari Tribun-Medan.com, di Sumatera Utara ada sebuah tempat wisata yang tidak berpenghuni. Pulau itu berada di Desa Wisata Tipang, terletak di Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. 

Desa Wisata Tipang, masuk daftar 50 desa wisata terbaik dalam ajang yang digagas oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) beberapa waktu lalu. Desa wisata ini memiliki beraneka ragam daya tarik wisata, di antaranya alam, budaya, dan sejarah. 

Nah, di wilayah Desa Wisata Tipang ada sejumlah tempat yang bisa dikunjungi.

1. Pulau Simamora

Pulau Simamora merupakan pulau kecil tidak berpenghuni di sebelah selatan Danau Toba. Dari kejauhan, pulau kecil yang menjadi salah satu daya tarik wisata alam Desa Wisata Tipang ini terlihat seperti kura-kura yang berenang. 

Pulau Simamora konon dulunya dijadikan tempat persembunyian dari penjajah. Setelah era penjajahan selesai, Pulau Simamora kemudian digunakan sebagai tempat melakukan ritual tolak bala. Wisatawan bisa berfoto-foto atau mendirikan tenda di pulau tersebut. 

2. Perahu roh 

Menilik lebih jauh dari sisi wisata sejarah dan budaya, Desa Wisata Tipang memiliki peninggalan suku Batak. Salah satunya adalah sarkofagus yang dianggap warga setempat sebagai perahu roh, yang akan membawa roh berlayar ke dunia roh. 

Sarkofagus ini berguna untuk melindungi jasad manusia yang sudah meninggal dari gangguan gaib. Motif topeng dengan beragam ekspresi juga kerap terpahat pada sarkofagus tersebut. 

Selain dua tempat di atas, wisatawan bisa mencicipi Naniura, sashimi ala Batak. Satu di antara hidangan yang wajib dicoba wisatawan saat bertandang ke Desa Wisata Tipang adalah naniura. Hidangan ini kerap dijuluki sashimi ala Batak, karena terdiri dari daging ikan segar yang dilumuri bumbu rempah-rempah. 

Awalnya naniura berbahan dasar ikan endemik di Danau Toba bernama ihan.Namun , karena ikan tersebut semakin langka ditemukan, maka warga menggantinya dengan ikan mas, mujair, atau gabus.

Untuk wisatawan yang mencari buah tangan atau camilan, mereka bisa membeli produk ekonomi kreatif, di antaranya kopi, keripik diva, dan beras merah. Wisatawan juga bisa membeli produk kriya berupa anyaman dari daun pandan yang disulap menjadi tikar, keranjang, dan bentuk lainnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar