Bidik 90 Emas Porprov 2026, KONI Loteng Uji Fisik 159 Atlet Pelatda
- 30 Jan 2026 14:44 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) mulai mematangkan persiapan atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026. Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah menggelar tes kondisi fisik bagi atlet Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Lombok Tengah.
Ketua KONI Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya, mengatakan tes kondisi fisik ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pelatda sebagai fondasi awal pembinaan atlet menuju Porprov 2026.
“Tes kondisi fisik ini sudah masuk dalam rangkaian Pelatda. Ini menjadi langkah awal kita dalam menyiapkan atlet Lombok Tengah menghadapi Porprov 2026,” ujar Firman, Jumat 30 Januari 2026.
Ia menjelaskan, tes kondisi fisik diikuti oleh 159 atlet dari 41 cabang olahraga (cabor). Dari hasil tes tersebut, KONI akan memetakan kondisi atlet sebagai dasar penyusunan program latihan yang lebih terukur dan berbasis data.
“Kita menargetkan perolehan 90 medali emas pada Porprov 2026. Untuk mencapai target itu tentu dibutuhkan persiapan yang matang dan terencana,” katanya.
Firman mengungkapkan, selama ini cabang olahraga bela diri menjadi penyumbang emas terbanyak bagi Lombok Tengah dalam berbagai kejuaraan. Oleh karena itu, penguatan pembinaan tetap dilakukan tanpa mengabaikan cabor lain yang juga berpotensi menyumbang medali.
“Selama ini bela diri memang menjadi penyumbang emas terbanyak. Tapi semua cabor tetap kita siapkan secara maksimal agar target bisa tercapai,” ungkapnya.
Dalam proses persiapan atlet, KONI Lombok Tengah menerapkan pendekatan sport science. Untuk mendukung hal tersebut, KONI menggandeng Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma) dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) sebagai mitra penyedia lokasi dan pendukung pelaksanaan tes kesehatan dan kondisi fisik atlet.
“Sport science kita terapkan penuh. Karena itu kita gandeng Undikma dan IPDN sebagai mitra, termasuk penyedia tempat pelaksanaan tes,” jelas Firman.
Ia menambahkan, dari hasil tes kondisi fisik nantinya atlet akan dikategorikan dalam beberapa kelompok, seperti kondisi cukup dan kurang. Bagi atlet yang hasilnya masih kurang, KONI akan melakukan evaluasi bersama pelatih.
“Jika hasilnya kurang, dalam waktu empat bulan ke depan kita akan duduk bersama pelatih untuk membahas program latihan yang tepat agar performa atlet tidak menurun, bahkan bisa meningkat,” ujarnya.
Sementara itu, Doktor Johan Irmansyah, selaku Ketua Tim Tes Kondisi Fisik Pelatda Lombok Tengah, menjelaskan bahwa tes yang dilakukan meliputi beberapa indikator utama.
“Tes kondisi fisik meliputi power otot lengan, power otot perut, dan sesi terakhir adalah endurance atau daya tahan,” jelas Johan.
Menurutnya, hasil tes tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan program latihan lanjutan sekaligus bagian dari penilaian awal untuk memetakan potensi perolehan medali dari masing-masing cabang olahraga.
“Data kondisi fisik ini akan menjadi dasar penyusunan program latihan dan rangkaian penilaian target medali,” katanya.
Namun sebelum program lanjutan diterapkan, KONI bersama tim akan menggelar workshop kepelatihan untuk membahas secara detail hasil tes fisik atlet.
“Nanti akan ada workshop pelatihan untuk membahas hasil tes dan merumuskan program lanjutan dari seluruh cabang olahraga yang sudah menjalani tes,” kata Johan.
Dengan langkah awal ini, KONI Lombok Tengah optimistis mampu mencetak prestasi maksimal dan merealisasikan target perolehan medali pada Porprov NTB 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....