Tiga Hari Hilang, Petani Dete Ditemukan Membusuk

  • 19 Agt 2026 15:35 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Sumbawa — Warga Desa Dete, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa, digemparkan oleh penemuan jenazah seorang perempuan yang meninggal dunia di areal persawahan Orong Keban Nyamung, Dusun Bukit Tinggi, Selasa 18 Agustus 2026, siang.

Korban berinisial N (53), warga Dusun Dete Bawa, Kecamatan Lape. Korban sehari-hari bekerja sebagai petani atau pekebun. Saudara kandung korban menemukan jasad tersebut setelah mendatangi lokasi persawahan, karena korban sudah tiga hari tidak pulang ke rumah.

Kapolres Sumbawa melalui Kapolsek Lape, Iptu Sumarlin, S.H, Rabu 19 Agustus 2026 mengatakan, korban berangkat menuju Orong Keban Nyamung pada Sabtu 15 Agustus 2026, sekitar pukul 15.00 Wita. Sejak saat itu, korban tidak kembali ke rumah.

Menurut keterangan saksi yang juga saudara kandung korban, keluarga mulai mencari korban setelah tiga hari tidak mendapatkan kabar. Saksi kemudian berinisiatif mendatangi lokasi persawahan pada Selasa sekitar pukul 10.55 Wita.

Saat tiba di lokasi, saksi mendapati pintu rumah sawah dalam keadaan terbuka. Namun, korban tidak berada di dalam bangunan tersebut. Saksi kemudian menyisir area sekitar persawahan untuk mencari keberadaan korban.

Pencarian itu berakhir dengan penemuan korban di salah satu pematang sawah. Saksi mendapati korban sudah tergeletak dalam kondisi meninggal dunia. Kondisi tubuh korban juga telah mengalami pembengkakan dan pembusukan.

Saksi langsung melaporkan penemuan tersebut kepada Polsek Lape dan Puskesmas Lape. Petugas piket Polsek Lape bersama tenaga medis Puskesmas Lape segera mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan awal.

Petugas kepolisian kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi, dan berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Sumbawa. Polisi juga mengevakuasi jenazah korban ke Puskesmas Lape untuk menjalani pemeriksaan luar oleh tenaga medis.

Hasil pemeriksaan medis, lanjut Sumarlin, memperkirakan korban telah meninggal lebih dari 24 jam. Tenaga medis menemukan lebam pada tubuh korban dan luka terbuka di bagian mulut. Kondisi tubuh korban yang sudah mengalami pembusukan membuat tenaga medis tidak dapat memastikan ada atau tidaknya kekerasan fisik.

Kerusakan jaringan tubuh akibat proses pembusukan yang sudah lanjut turut menyulitkan pemeriksaan terhadap kondisi fisik korban. Pihak keluarga kemudian menyampaikan bahwa korban semasa hidup memiliki riwayat penyakit kulit.

Setelah menjalani pemeriksaan luar, keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Keluarga juga menolak pelaksanaan autopsi terhadap jenazah korban.

Kepolisian kemudian menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga setelah seluruh proses pemeriksaan luar selesai. Keluarga membawa jenazah pulang ke rumah duka untuk dimakamkan.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan luar pihak puskesmas serta keputusan keluarga yang menolak autopsi karena telah menerima takdir ini sebagai musibah, jenazah langsung kami serahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” terang Sumarlin.

Polsek Lape selanjutnya tetap melakukan pemantauan di wilayah Desa Dete setelah penemuan jenazah tersebut. Kondisi lingkungan di sekitar lokasi kejadian juga tetap dalam keadaan kondusif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....