Cegah TPPO, Disnakertrans Dompu Dorong Pembentukan Satgas

  • 29 Jul 2026 10:39 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, terus memperkuat upaya pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang berkedok pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara ilegal.

Selain meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak, Disnakertrans juga mendorong pembentukan Satuan Tugas (Satgas) TPPO serta penyusunan Surat Edaran Bupati kepada seluruh kepala desa.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Dompu, Abdul Syahid, mengatakan maraknya kasus TPPO yang mencuat belakangan ini sebagian besar merupakan dampak dari praktik pengiriman tenaga kerja secara nonprosedural yang telah berlangsung sejak beberapa tahun lalu.

"Sejak saya menjabat sekitar empat bulan terakhir, kami fokus menangani banyak kasus TPPO yang muncul akibat pengiriman tenaga kerja secara ilegal," katanya, Rabu, 29 Juli 2026.

Syahid bersyukur, penanganannya berjalan cukup baik melalui koordinasi dan konektivitas dengan berbagai pihak, termasuk BP3MI serta lembaga swadaya masyarakat di Mataram maupun Jakarta.

Menurut Abdul Syahid, hingga saat ini pihaknya belum menggelar sosialisasi secara resmi dalam skala besar karena masih terkendala berbagai hal.

Namun, edukasi kepada masyarakat tetap dilakukan dengan memanfaatkan setiap kesempatan ketika mengantar PMI yang dipulangkan maupun jenazah pekerja migran ke kampung halamannya.

"Momen itu kami manfaatkan untuk menyampaikan bahwa keberangkatan secara nonprosedural memiliki implikasi hukum dan sangat berkaitan dengan tindak pidana perdagangan orang," katanya.

Ia mengungkapkan, koordinasi intensif dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) baru-baru ini berhasil menggagalkan keberangkatan dua calon PMI yang akan diberangkatkan secara ilegal ke Arab Saudi.

"Kedua calon PMI tersebut sudah kami pulangkan ke keluarganya dan kami berikan pemahaman mengenai bahaya TPPO," katanya.

Sementara oknum yang diduga menjadi pengirim, kata Syahid, pihaknya sudah identitasnya sudah kantongi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....