Aktivitas Daur Ulang Sampah Buka Peluang Ekonomi

KBRN, Mataram: Pelaku daur ulang sampah terus bertambah di Kota Mataram. Peningkatan menunjukan bahwa aktivitas daur ulang sampah membuka peluang ekonomi baru.

Penggagas Komunitas Gelisah atau Gerakan Lingkungan Sampah Nihil Lingkungan Banjar Kelurahan Banjar Kecamatan Ampenan  Ulfah mengatakan, Komunitas Gelisah bergerak di bidang pengolahan sampah. Motivasi mendirikan Komunitas Gelisah berawal dari kegelisahan terhadap sampah-sampah yang menumpuk dan membuat volumenya semakin hari semakin bertambah. Sehingga komunitas bertekad untuk menguranginya dari hilir, walau kiriman datang dari hulu.

Ulfah menyatakan Komunitas Gelisah mengolah dua jenis sampah, yakni sampah non organik serta sampah organik. Yang non organik sebagai bahan membuat piring plastik dan lampu lampion, gantungan kunci, tas, dompet, tempat laptop. Sementara sampah dapur atau sampah organik sebagai bahan membuat pupuk kompos.

“Pembuatan kompos melalui media composer,” kata Ulfah, Selasa (12/10/2021).

Ulfah menyatakan Komunitas Gelisah berdiri tiga tahun lalu. Bertepatan dengan peringatan Hari Sampah Nasional di bulan Februari.

Inti anggota komunitas ini ada 15 orang dan selanjutnya mengajak generasi muda di kelurahan dengan magnit menonton film bareng. Alhasil,  selain dari dalam kampung, perhatian kemudian datang dari generasi muda di luar Keluraha Banjar.

Komunitas Gelisah dikatakan memiliki program sekolah kreasi sampah yang melatih masyarakat utuk membuat produk dari sampah non organik. Sekolah ini berlangsung setiap hari Minggu sore untuk kalangan umum. Bahanya disediakan gratis oleh Komunitas Gelisah sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Gelisah Goes to School.

Untuk memasarkan produk, Gelisah berkerjasama dengan salah satu produsen teh gelas kemasan plastik untuk menggelar melalui pameran produk. Selain itu telah mendapat kepercayaan dari Dinas Perdagangan untuk membuat produk dari tutup botol dengan jumlah keuntungan sampai Rp10 juta.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar