Solusi Sampah Pesisir Kota Mataram

KBRN, Mataram : Sampah di sungai yang tengah dicarikan solusinya oleh Pemerintah Kota Mataram pada faktanya telah mengotori sebagian besar pantai di kota ini, seperti Pantai Tanjung Karang, Ampenan. Sampah-sampah yang dibuang warga masuk ke laut melalui aliran sungai selanjutnya kembali ke pesisir saat terbawa gelombang pasang. Hingga jaring nelayan pun dipenuh sampah plastik.

Banyaknya sampah yang dibuang dan masuk ke laut melalui aliran sungai mengundang keprihatian Pegiat Lingkungan. Persoalannya, permasalahan lingkungan ini perlu dicarikan solusi mengingat Kota Mataram sedang mengembangkan sektor pariwisata.

Adalah Aisah Odist yang kemudian memanfaatkan berbagai sampah plastik menjadi kerajinan tangan. Pusat kerajinan itu sendiri diberi nama Bank Sampah NTB Mandiri yang berdiri tahun 2011. 

“Di bank sampah, saya bekerja dengan beberapa pekerja untuk membuat vas bunga, sofa dan lainnya. Semuanya dibuat dengan sampah plastik sedotan”, kata Aisah Odist, kepada rri.co.id, Jumat (25/6/2021).  

Selain berkarya dengan menggunakan sampah plastic, Aisah juga memberikan tips kepada siapa saja bagaimana mengolah sampah plastik. Khusus di masa pandemic ini, informasi dan tips dibagi melalui akun Youtube Bank Sampah NTB Mandiri.  Di akun tersebut, terdapat kampanye pengurangan ampah plastik, tutorial berkarya melalui sampah plastic, podcast sebagai bentuk inspirasi kepada masyarakat.

Aisah lulusan SMK 3 Mataram tahun 1995 ini, mendaur ulang sampah plastic menjadi barang berharga. Ia mengajak ibu rumah tangga dan remaja putri untuk bisa menguasai teknik menganyam, mengupulkan sampah plastic bungkus deterjen, tas kresek, saset minman, karton, dan limbah air air mineral. Seluruhnya lantas dijadikan tas, hiasan dinding, dan sebagainya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar