Menghidupkan Seni Melalui Ruang Virtual di NTB

KBRN, Mataram : Menghidupkan seni melalui ruang virtual menjadi salah satu profesi yang popular di masa pandemi Covid-19. Seni pertunjukan yang dahulu mengundang penonton di tribun, kini cukup dalam layar gadget.

Penikmat seni pertunjukan di Mataram, Muhammad Yamin mengatakan seni pada dasarnya memiliki kelenturan. Sehingga kalau dihidupkan melalui ruang virtual seni tetap seni.

Seni melalui ruang virtual, kata Yamin, kini menjadi profesi yang paling sering dilakukan. Seperti menjembatani tari-tarian di atas panggung untuk bisa masuk ke kanal Youtube, dan disaksikan oleh semua penikmat.

"Kreatifitas ini bukan hal yang sulit, karena didukung oleh perkembangan teknologi audio dan visual yang canggih. Seluruhnya dapat berfungsi dengan baik, bila ditopang dengan sinyal seluler berkecapatan tinggi", kata Yamin kepada rri.co.id, Rabu (16/6/2021) di Taman Budaya Nusa Tenggara Barat (NTB) usai memvisualisasikan pementasan musik religi. 

Menurut Yamin, profesi curator seperti ini bisa saja menjadi gambaran tentang nasib  seni pertunjukan ke depan. Menikmati seni tak lagi harus datang ke tribun atau panggung kesenaian, melainkan cukup melalui layar telepon genggam.

Meski demikian, kenikmatan menonton seni pertunjukan tidak lantas pudar atau menghilang. Senin memiliki kekuatan tersendiri untuk memikat penonton dan membawanya hadir di depan panggung secara fisik.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar