Badan Usaha Lindungi Eksistensi Tenun Pringgasela

KBRN, Lombok Timur : Sentosa Sasak Tenun adalah salah satu badan usaha yang melindungi eksistensi  kelompok penenun di Pringgasela, Lombok Timur. Usaha ini digawangi Maliki yang juga ketua kelompok penenun. Maliki mulai menggeluti dunia tenun berprofesi sejak tahun 1995 dari orang tua. 

Di atas kepemimpinannya terdapat 105 orang penenun yang aktif berproduksi dengan benang warna alam dan sintetis. Seluruh hasil menenun terpanjang rapi di galeri beserta tas, sepatu, masker. Sebagian ada yang dibuat mengunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). 

“Kami punya tim, sehingga produk yang ada di galeri ini hasil desain berbahan benang dengan pewarna alam”, kata Maliki di Pringgasela, Sabtu (12/6/2021).  

Maliki mengatakan, ada motif Sundawa yang sedang popular dan sempat dipakai peraga di Tokyo, Dubai, dan Berlin. Selain Sundawa, ada motif Bayan. 

“Sundawa adalah nama sungai yang membelah Desa Pringgasela. Berasal dari lereng dan mampu mengairi sawah, serta saluran irigasi. Ciri khasnya vertikal di tengah”, kata Maliki. 

Menggunakan ATBM, penenun bisa membuat beberapa motif. Namun, butuh waktu dua minggu untuk menyelesaikan satu tenunan. Bila menggunakan gedogan butuh dua minggu, sebab makin rumit motif yang dibuat makin lama pula pengerjaanya. 

“Produksi di rumah masing-masing. Di sini untuk pameran”, kata Maliki. 

Adapun proses persiapan bahan baku ditegaskan, berupa katun, misris, kapas, rayon. Benang direndam dengan air ketan, kemudian dijemur, diulur, digulung, baru ditenun. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar