Resmi Dilantik, GARPU NTB Diminta Bantu Perangi Rentenir

KBRN, Mataram : Gerakan Restorasi  Pedagang dan UMKM (GARPU) diminta berperan aktif dalam mengatasi masalah rentenir yang cukup marak terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Seperti diketahui, Organisasi dibawah binaan partai Nasional Demokrat ini resmi dilantik kepengurusannya di NTB pada kamis (18/8/2022). Hadir dalam pelantikan tersebut dihadiri Ketua DPW Partai Nasdem yang juga Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Siti Rohmi Djalilah dan Ketua Dewan Pakar DPP GARPU, Peitra M Paloh.

Kepada wartawan, Siti Rohmi Djalilah mengatakan, rentenir menjadi permasalahan yang cukup sulit diatasi di Provinsi NTB. Meski sudah memiliki program seperti Mawar Emas dan program pemerintah pusat melalui PNM Mekaar, namun masalah ini masih saja terjadi.

Untuk itu, kehadiran GARPU didaerah memiliki peranan setrategis dalam membantu masyarakat terhindar dari praktik rentenir. Upaya itu dilakukan dengan memastikan bantuan kepada UMKM dan pedagang tepat sasaran dan meningkatkan kapasitas mereka.

“ya jadikan saya ingin Garpu NTB itu focus menukik pada kebutuhan kita di NTB, bagaimana kita memerangi rentenir ini kita berbicara usaha mikro kecil ya,” harap Umi Rohmi.

Menurutnya, anggota Garpu nantinya bisa membantu menyisir para pedagang yang dihadapkan dengan lingkaran rentenir. Mereka yang ditemukan terikat permodalan dari rentenir akan dibantu melalui program yang dimiliki Garpu.

Garpu NTB juga didorong tetap melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk mensinergikan berbagai program yang akan dijalankan sehingga lebih tepat sasaran. Salah satu program yang dinilai tepat adalah menguatan kapasitas para pedagang dan UMKM melalui pelatihan dan lain sebagainya.

“memang ini pekerjaan tidak mudah, tapi kalau kita berkolaborasi semua ini akan bisa kita atasi. Ya Garpu nantinya juga bisa terus membantu UKM kita untuk meningkatkan kelasnya,” ungkap Siti Rohmi.

Sementara itu, Ketua Dewan Pakar DPP GARPU, Peitra M Paloh menambahkan, keberadaan organisasi ini dalam rangka meningkatkan kualitas para UMKM. NTB dinilainya memiliki potensi besar dalam pengembangan UMKM kedepan.

“yang kami utamakan, memanusiakan UMKM itu sendiri, bagaimana caranya kita harus merasa apa yang mereka lakukan, kekurangan yang mereka alami, kesenjangan sosialnya. Kita harus memiliki Kerjasama yang bagus juga dengan pemerintah,” tegas Peitra.

Menurut Peitra, secara nasional jumlah organisasi Garpu baru berada di 27 provinsi dan berdiri kurang dari 1 tahun. Harapannya, organisasi ini bisa membangun UMKM menjadi lebih baik.

“eksistensi didalam wilayah sama dengan di DPP, bagaimana kita memanusiakan UMKM, nah NTB memilik produk unggulan yang tidak hanya dipasrkan didalam daerah tetapi juga bisa diekspor,” ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar