Inisiatif, Pengusaha Ini Buat Demplot Percontohan Vanili Organik

KBRN, Mataram : Vanili menjadi komoditas perkebunan yang mulai banyak dikembangkan para petani di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Bahkan tidak sedikit petani yang mulai mengembangkan komoditas ini karena permintaan pasar yang tinggi.

Bahkan, beberapa kalangan pengusaha ikut mencoba membudidayakan vanili secara organic dan membangun laboratorium vanili yang dihajatkan sebagai tempat masyarakat untuk belajar membudidayakan tanaman tersebut.

Seperti yang dilakukan, H Mahruf salah satu  pengembang perumahan di NTB juga mengaku tertarik ikut terlibat langsung dalam meningkatkan produksi vanili di NTB. Apalagi diketahui, komoditas ini memiliki nilai ekonomi tinggi.

H Mahruf saat ini mengembangkan laboratorium vanili di lahan pribadinya seluas 40 are di Desa Onor Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Dalam prosesnya, pengembangan vanili tersebut melibatkan pakar vanili yang didatangkan dari Bandung Jawa Barat.

“saat ini baru ada 200 kami tanam disini, nanti secara bertahap akan terus kami kembangkan dengan target 500 sampai 1000 tanaman vanili. Semuanya dikerjakan secara professional oleh pakarnya,” ungkap H Mahruf.

Menurutnya, tujuan utama dari pengembangan vanili organic agar masyarakat lebih dekat dan mudah memahami cara budidaya komoditas itu. Masyarakat nantinya bebas belajar dan menyiapkan lahan untuk pengembangan vanili selanjutnya.

Menurut Mahruf, Kecamatan Lingsar menjadi daerah yang cukup potensial dikembangkan vanili organic karena dikenal sebagai daerah sumber air dan tophografi yang sesuai dengan karakteristik tanaman vanili.

“nanti rencananya kami akan Kerjasama dengan masyarakat di lingsar ini, berapa dia punya lahan, kami siapkan bahan untuk pembibitannya, nanti bagaimana cara bagi hasilnya itu bisa belakangan,” jelasnya.

Seperti diketahui, NTB menjadi daerah yang rutin melakukan ekspor vanili terutama dengan tujuan Amerika. Baru-baru ini, petani binaan Bank Indonesia Provinsi NTB melakukan ekspor 2,5 ton vanili ke Amerika Serikat.

Kepala Kaantor Perwakilan BI NTB, Heru Saptaji menjelaskan bahwa komoditas vanili akan menjadi new source enginee of growth (sumber pertumbuhan ekonomi baru) di Provinsi NTB dimana pada tahun ini ekspor vanili NTB direncanakan akan mencapai angka 6,5 ton, meningkat seratus persen atau dua kali lipat dari angka ekspor vanili di tahun sebelumnya.

“Tahun ini Mr. Bill melakukan pembelian sejumlah 6.5 ton selama 2022. Tahun berikutnya akan berada pada kisaran 9 ton per tahun. Kalau dari sisi hulu siap, maka pasar akan secara terbuka untuk menyerap,” ujar Heru Saptaji.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar