77 Tahun Indonesia Merdeka, Kesenjangan Ekonomi Masih Jadi PR di Daerah

KBRN, Mataram : Kesenjangan ekonomi masih menjadi persoalan mendasar bangsa indonesia di usianya ke 77 tahun pada rabu 17 agustus besok. Permasalahan ini semakin sulit diatasi pemerintah didaerah karena terpengaruh besar oleh resesi global akibat pandemi covid 19.

“saya kira ini salah satu persoalan pembangunan di level nasional maupun daerah, angka Gini Rasio kita berkisar antara 3-4, secara teori ekonomi kesenjangan masih menjadi PR kita,” ungkap Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Mataram, Dr. Iwan Harsono di Mataram, senin (15/8/2022).

Menurut Iwan Harsono, pandemic covid 19 yang terjadi sejak 2019 sampai saat ini masih menjadi penyebab utama semakin memburuknya perekonomian didaerah. Apalagi masalah ini juga memicu terjadinya resesi ekonomi disejumlah negara.

Untuk itu, perlu ada inovasi berbeda dilakukan pemerintah dalam mengatasi masalah ini terutama melalui program-program yang bersentuhan langsung terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

“ini yang menonjol ini ada Namanya ekternal shok, tidak hanya nasional tetapi juga negara. Apa artinya berdampak terhadap kesenjangan social dan bertambahnya orang miskin, ini pekerjaan yang tidak mudah,” ungkap Iwan.

“kalau dokumen program pemerintah bagus seperti RPJM, tapi memang aplikasinya di lapangan dengan program yang segitu banyak anggarannya perlu lebih tajam dan ada konsistensi dengan program diatas kertas dengan dilapangan tentunya mempertimbangkan kondisi terkini,” tambahnya.

Sebelumnya Badan Pusat Statistik merilis, Pada September 2021, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Nusa Tenggara Barat yang diukur oleh Gini Ratio tercatat sebesar 0,384. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 0,003 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2021 yang sebesar 0,381.

Sementara itu jika dibandingkan dengan Gini Ratio September 2020 yang sebesar 0,386, Gini Ratio September 2021 turun sebesar 0,002 poin.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat Drs. Wahyudin mengatakan, Gini Ratio di daerah perkotaan pada September 2021 tercatat sebesar 0,420 mengalami kenaikan 0,007 poin dibanding dengan Gini Ratio Maret 2021.

“Naik sebesar 0,015 poin dibanding Gini Ratio September 2020 yang sebesar 0,405,” ungkapnya.

Gini Ratio di daerah perdesaan pada September 2021 tercatat sebesar 0,331, turun 0,001 poin dibanding Gini Ratio Maret 2021  yang sebesar 0,332. Jika dibandingkan dengan kondisi September 2020, Gini Ratio perdesaan turun 0,005 poin.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar