Pertashop Tutup Sebelum Beroperasi

Penampakan Pertashop di Kecamatan Manggelewa yang tutup sebelum beroperasi.jpg

KBRN, Dompu : Tahun 2021, sebanyak 4 Pertashop, SBBU sekala kecil, dibangun di di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Upaya untuk memeratakan diatribusi BBM dan untuk mengatasi krisis energi ini, bekerjasama dengan swasta. Untuk membangun Pertashop, hanya membutuhkan anggaran yang tidak terlalu besar dan terbuka bagi masyarakat yang ingin berbisnis diatribusi BBM.

Namun, dari 4 yang beropesi ini, dua Pertashop belum bisa beroperasi. Dua Pertashop itu di Kecamatan Manggelewa dan kecamatan Pekat. Amir, pemilik Pertashop di Kecamatan Manggelewa mengaku, belum beroperasinya Pertashop yang dibangun, akibat naiknya harga Pertamax.

"Saat bangunan jadi, kita tidak bisa membeli Pertamax akibat habis modal," katanya, Minggu (7/8/2022).

Selain tidak cukup modal, Amir kawatir nantinya BBM Pertamax yang dijualnya, tidak dilirik pembeli. Sebab, bagi konsumen di wilayahnya, tak satupun yang menggunakan Pertamax, untuk kebutuhan bahan bakar kendaraannya.

Amir berharap, Pemerintah merubah kebijakan dengan mengganti Pertamax dengan Pertalite. Sebab, pasca naiknya harga Pertamax, kendaraan-kendaraan, apalagi roda dua, beralih ke Pertalite. 

Kondisi yang sama, juga terjadi di Pertashop yang sudah beroperasi seperti di Kareke Kecamatan Pajo dan Bara Kecamatan Woja. Dua Pertashop yang sudah beroperasi sebelum Pertamax naik ini, sepi pembeli.

"Jika ada, itu pembeli yang memang benar-benar emergensi. Yakni kendaraan yang kehabisan BBM di sekitar Pertashop saya," kata, Sulaiman, penjaga Pertashop Bara.

 Sulaiman mengaku, pasca naiknya Pertamax, 3.000 liter BBM yang dibelinya, laku habis dalam kurun waktu 3 Minggu. Sebelum naik, stok Pertamax yang yang dibelinya, hanya mampu bertahan dalam waktu 5 hingga 7 hari.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar