Inflasi Kota Mataram Masih Diangka Wajar

Data historikal penyumbang inflasi di Kota Mataram.jpeg
Rapat TPID Kota Mataram dalam mengendalikan inflasi di Kota Mataram.jpeg

KBRN, Mataram: Angka inflasi di Kota Mataram dinilai masih dibatas wajar. Pada bulan Mei 2022, Kota Mataram secara bulanan (month to month/mtm) mengalami inflasi sebesar 0,70 persen, menurun dibandingkan dengan bulan sebelumnya mencapai 1,10 persen (mtm).

Ekonom sekaligus akademisi dari Universitas Mataram Dr. H. Iwan Harsono menjelaskan, penyebab terjadinya inflasi di Kota Mataram lebih besar karena faktor eksternal, yakni Administered Prices (AP) yaitu tarif angkutan udara dengan sumbangan inflasi sebesar 0.36 persen.

Tingginya harga tiket pesawat tersebut berdampak langsung terhadap angka inflasi di Kota Mataram. Dibanding dengan faktor internal, seperti harga kue kering berminyak yang menyumbang angka 0,05 persen, telur ayam ras 0,04 persen, tempe 0,04 %, serta ikan kembung 0,02 persen, harga tiket pesawat masih telampau tinggi.

“Pemerintah Kota Mataram beserta TPID telah maksimal dalam batas wewenang dalam mengendalikan laju inflasi. Terlebih saat ini, inflasi berada pada batas wajar,” jelas Dr. H. Iwan Harsono, Sabtu (2/7/2022).

Sementera itu, Deputi Bank Indonesia Perwakilan NTB Acmad Fauzi memperkirakan pada bulan Juni 2022 ini, inflasi Kota Mataram berada pada posisi 0,15  persen sampai dengan 0,23  persen. Dengan turunnya angka inflasi tersebut, diperkirakan harga kebutuhan pokok di masyarakat juga akan turun, seperti harga minyak goreng, cabai dan komoditas lainnya.

Menurut, Asisten I Pemerintah Kota Mataram L. Martawang, khususnya mendekati momentum Hari Raya Idul Adha 1443 H, TPID Kota Mataram selalu konsisten menerapkan 4K dalam pengendalian inflasi ini. “Keterjangkaun harga, Ketersediaan Pasokan, Komunikasi Efektif, dan Kelancaran Distribusi terus diterapkan,” ujarnya.

TPID Kota Mataram memang aktif dalam memantau laju inflasi, sidak dan monitoring secara berkala untuk sebelas komoditas strategis terutama yang sedang mengalami lonjakan harga seperti telur ayam ras, minyak goreng dan aneka cabai. Selain itu, bekerja sama dengan Bulog, TPID melakukan pengadaan bahan pokok yang sedang mengalami kekurangan pasokan misalnya minyak goreng, gula pasir dan kedelai.

“Dengan upaya ini, laju inflasi di Kota Mataram semakin terkendali dari bulan-bulan sebelumnya,” tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar