Hadapi PMK, Perbankkan Mulai Khawatir Salurkan Kredit

KBRN, Mataram : Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nusa Tenggara Barat Rico Rinaldy menilai Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) yang dialami hewan ternak termasuk sapi di berbagai daerah di Indonesia akan menjadi indikator penting perbankkan dalam menyalurkan kreditnya.

Upaya tersebut bisa saja dilakukan perbankkan di NTB sebagai bentuk kehati-hatiannya agar tidak mengalami Non Perfoming Loan (NPL), karena melihat usaha peternakan terancam oleh peneyakit tersebut.

Seperti diketahui, NPL merupakan kredit dengan kualitas kurang lancar, diragukan dan macet. NPL juga mengacu pada kondisi dimana debitur tidak dapat membayar kewajibannya terhadap bank yaitu kewajiban dalam membayar angsuran yang sudah dijanjikan diawal.

"nah ini yang kita harus perhatikan, kalau sebenarnya ndak ya (rem kredit) tapi sebenarnya antisipasinya bagaimana, teman teman itu bagaimana menanggulangi penyakit ini, yang kami khawatirkan itu banknya akan menarik diri, kalau kami sebenarnya tidak ingin begitu," kata Rico.

Untuk itu, Rico mendorong agar Pemerintah daerah melakukan upaya maksimal dalam meminimalisir sebaran penyakit PMK dikalangan peternak. Jika masalah PMK lebih cepat dikendalikan diyakini akan berimbas terhdap sikap bank dalam memastikan penyaluran kreditnya disektor tersebut.

"ya resiko kan besar, banknya yang nantinya akan menahan, kita tidak mau bank menahan itu cuma kami juga tidak punya kewenangan menahan kreditnya, tapi mau bagaimana lagi ini mengancam NPL mereka," tegas Rico.

Langkah antisipasi semua pihak menjadi kunci untuk mengatasi masalah yang dihadapi para peternak ksaat ini. Lembaga asuransi juga diminta bersiap jika ada anggota peternak yang dihadapkan dengan masalah PMK agar direalisasikan haknya.

"sama sama kita perhatikan bagaimana kita mengantisipasi penyakit yang ada saat ini, asuransi juga bagaimana menyikapi ini," tutup Rico.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar