Jangan Khawatir, Pusri Terus Penuhi Kebutuhan Pupuk Bersubsidi Untuk NTB

Distribusi Pupuk Bersubdisi Di Gudang Lini II Lembar.jpg

KBRN, Mataram : Managemen PT. Pupuk Sriwijaya (Pusri) Palembang meminta petani tidak khawatir terhadap ketersediaan pupuk urea bersubsidi karena komoditas ini terus didatangkan dari palembang. Pada kamis, 27 januari 2022, Pusri juga melakukan bongkar muat pupuk bersubsidi di 2 pelabuhan selkaligus, yakni pelabuhan lembar lombok barat dan pelabuhan badas, sumbawa. 

Kepala Kantor Pemasaran Pusri Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), di mataram kamis (27/1/2022) Eman Haris, menyebutkan pada waktu yang bersamaan pusri melakukan bongkar muat pupuk masing-masing sebanyak 7.660 ton menggunakan kapal Abu Samah di pelabuhan lembar dan 3.800 ton menggunakan kapal sahabat sejati 8 di pelabuhan badas.

"jadi total yang datang saat ini sebanyak 11 ribuan, kita berusaha untuk secepat mungkin kapal itu tiba disini, untuk menjawab isue kelangkaan pupuk disini," kata eman.

Eman Haris yang didampingi AVP Operasi Logistik Bali dan Nusa Tenggara PT. Pusri, Edi Prasetia Sitepu mengatakan, managemen Pusri memberikan perhatian lebih kepada provinsi NTB terkait distribusi pupuk. Bahkan, pada 29 januari melalui pelabuhan bima di Kabupaten Bima juga dijadwalkan kedatangan kapal anugerah buana 8 yang membawa 2.650 ton.

Percepatan distribusi pupuk itu diharapkan dapat menjawab kebutuhan pupuk bersubsidi pada musim tanam kali ini. Apalagi NTB mendapat perhatian lebih karena dihadapkan dengan isue kelangkaan pupuk dan penjualan pupuk diatas harga eceren tertinggi (HET).

Eman menjelaskan, pasokan pupuk dari pabrik palembang tersebut dalam bentuk curah yang selanjutnya dikemas di gudang Pusri. Seperti yang dilakukan di gudang pusri (lini II) lembar.

"dipetani ada kekhawatiran musim tanam januari ini tidak terpenuhi namun kami komitmen kekhawatiran ini akan segera terjawab dengan pasokan yang datang," tegas eman.

"kita masih ada sekitar 14 ribu schedule pengapalan ke NTB, paling lambat minggu pertama februari, setiap bulan ada kapal, jadi NTB ini mendapat perhatian khusus dari managemen kami," tambah Sitepu.

Dengan melihat tingginya mobilitas distribusi pupuk dari pabrik ke NTB itu, Sitepu yakin NTB tidak akan terjadi gejolak seperti yang diisukan belakangan ini.  Meski demikian, Ia berharap semua pihak berperan aktif ikut mengawasi pendistribusian pupuk bersubsidi ini agar tepat sasaran dan tepat penggunaan.

"mungkin itu ya pemakaian pupuk itu tinggi dibulan januari karena bulan maret april itu sudah panen, tapi stok terus kita cukupi," kata Sitepu.

Secara keseluruhan, NTB tahun ini mendapat kuota pupuk bersubsidi sebanyak 186.922 ton, atau mengalami peningkatan kuota dari tahun lalu sebesar 172 ribu ton. Artinya, NTB mendapat jatah kuota pupuk bersubsidi bertambah sebanyak 14 ribu ton.

"pemerintah masih konsentrasi ke provinsi NTB dengan menambah 14 ribu ton, NTB kan daerah penyangga pangan nasional, padahal secara nasional kuota kita menurun dari tahun sebelumnya," tutup Sitepu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar