Pusri Libatkan Kepolisian Salurkan Pupuk Urea Bersubsidi

KBRN, Mataram : Kantor Pemasaran Pusri Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) melibatkan kepolisian dari Polda NTB dalam menyalurkan pupuk urea bersubsidi ke tingkat distributor dan pengecer, untuk memastikan komoditas tersebut tepat sasaran dan aman dalam perjalanan.

Kepala Kantor Pemasaran Pusri Wilayah NTB, Eman Haris, di Mataram kamis (27/11/2022) mengatakan, pengawalan dilakukan polda NTB bersama jajaran polres di kabupaten/kota. Pengawalan ini juga merupakan inisiasi dari Pupuk Indonesia.

"polda NTB akan mengawal penyaluran pupuk untuk memastikan petani benar benar menerima pupuk sesuai alokasinya," kata Eman.

Selain untuk memastikan tepat sasaran, keterlibatan kepolisian dalam distribusi pupuk ini juga untuk mengetahui potensi penyimpangan penyaluran pupuk sehingga laporan yang masuk terkait isue pupuk benar-benar valid.

"sampai saat ini belum ada ke kami soal penyimpangan ini, namun ketika melihat isue isue yang terjadi kenaikan harga diatas HET itu perlu diwaspadai," tegasnya.

"Polda juga akan awasi penyaluran bersama polres kab/kota. Nanti itu jadi acuan kami untuk menindak tegas siapapun yang terlibat permainkan pupuk." tambah Eman.

Seperti diberitakan sebelumnya, penyaluran pupuk bersubsidi di NTB sempat mengalami gangguan berupa pencegatan oleh sejumlah petani di pulau sumbawa. Pencegatan itu dilakukan karena petani terpengaruh oleh isue kelangkaan pupuk.

Untuk itu, ketertlibatan kepolisian dalam pendistrbusian pupuk menjadi penting untuk menjamin jatah petani benar-benar tersalurkan sesuai dengan kuota yang dimiliki. Upaya ini juga bentuk kesigapan polri dalam menindak setiap oknum yang bermain dibalik keterbatasan kuota pupuk bagi petani.

Sementara itu, NTB tahun ini mendapat kuota pupuk bersubsidi sebanyak 186.922 ton, atau mengalami peningkatan kuota dari tahun lalu sebesar 172 ribu ton. Artinya, NTB mendapat jatah kuota pupuk bersubsidi bertambah sebanyak 14 ribu ton.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar