NTB Dapat Tambahan Kuota 14 Ribu Ton Pupuk Urea Bersubsidi Tahun 2022

KBRN, Mataram : Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2022 mendapat jatah pupuk urea bersubsidi dari pemerintah sebesar 186.922 ton, atau mengalami peningkatan dari kuota tahun sebelumnya yang mencapai 172 ribu ton lebih. Artinya NTB mendapat tambahan kuota pada tahun ini sekitar 14 ribu ton.

Peningkatan kuota itu terbilang istimewa karena pada tahun ini pemerintah justru menurunkan kuota pupuk bersubsidi secara nasional. 

Kepala Kantor Pemasaran Pusri Wilayah NTB, Eman Haris, di kantornya kamis (27/11/2022) mengatakan, Kementerian Pertanian sebelumnya mengusulkan kuota pupuk secara nasional sebesar 25 juta ton kepada pemerintah, namun yang disetujui sebanyak 9,1 juta ton. Angka tersebut tidak jauh berbeda dengan kuota tahun sebelumnya.

Menurut Eman, tambahan 14 ribu kuota pupuk bersubdisi tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pupuk petani di NTB saat musim tanam. Apalagi, belakangan ini NTB diisukan mengalami kelangkaan dan penjualan pupuk bersubsidi diatas harga eceran tertinggi (HET) pemerintah.

"pemerintah masih konsentrasi ke provinsi NTB dengan menambah 14 ribu ton, NTB kan daerah penyangga pangan nasional, jadi saya kira ini yang menjadi alasan daerah kita mendapat perhatian lebih dari pemerintah pusat," kata eman.

Menurut Eman Haris, tambahan kuota ini diharapkan dapat meminimalisir persoalan pupuk ditingkat petani. Para petani juga diminta tetap tenang terhadap ketersediaan pupuk.

"jadi kami berharap kepada kelompok tani untuk pemupukan ini bisa hasilkan panen yang lebih baik dari tahun sebelumnya," harap Eman.

Eman juga menegaskan, bahwa Pusri Palembang terus melakukan distribusi pupuk secara terjadwal untuk menghindari kekurangan pupuk ditingkat petani. Bahkan, setiap bulannya selalu ada kapal yang melakukan bongkar muat di tiga pelabuhan yang ada di NTB, yakni pelabuhan lembar lombok barat, pelabuhan badas sumbawa dan pelabuhan bima di Kabupaten Bima.

"kita berusaha untuk secepat mungkin kapal itu tiba disini, untuk menjawab isue kelangkaan pupuk disini, dipetani ada kekhawatiran musim tanam januari ini tidak terpenuhi namun kami komitmen kekhawatiran ini akan segera terjawab dengan pasokan yang datang," tutup Eman.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar