Kinerja Bank NTB Syariah Tumbuh Positif di Tahun 2021

KBRN, Mataram : Kinerja Bank NTB Syariah ditahun 2021 cukup menggembirakan. Hal itu dilihat dari seluruh indikator kinerja bank seperti aset, Dana Pihak Ketiga (DPK), Non Performing Financing (NPF), Pembiayaan hingga laba yang dibukukan selama tahun 2021.

Kondisi ini menjadi prestasi membanggakan bagi bank daerah tersebut karena masih tetap positif ditengah melesunya ekonomi akibat pandemi covid 19. 

Direktur Utama Bank NTB Syariah, Kukuh Raharjo dalam keterangan pers dikantornya, selasa (26/1/2022) menyebutkan, ditahun ketiga sejak dikonversi menjadi syariah, aset Bank NTB Syariah tumbuh 8,05 persen atau menjadi Rp11, 2 triliun. Kondisi yang sama juga terlihat pada DPK naik 15,54 persen menjadi hampir 1 triliun rupiah, yakni Rp995 miliyar.

"Alhamdulillah usaha Bank NTB Syariah cukup menggembirakan ditahun 2021, kalau kita bandingkan dengan bank nasional, kami rata rata secara profesional tumbuh diatas nasional," ungkap Kukuh.

Selain dua indikator tersbut, NPF Bank NTB Syariah juga terus menunjukkan perbaikan. Pada 2021, Bank NTB Syariah membukukan NPF sebesar 1,18 persen. Kondisi ini juga berbanding lurus dengan indikator kesehatan bank lainnya.

Paling membanggakan juga nampak dari kinerja digital Bank NTB Syariah pada 2021, dimana fee based income yang terus tumbuh positif, bahkan tembus angka Rp20 miliyar. Penghasilan tersebut berasal dari 15 indikator penerima fee based income dan terbesar berasal dari kontribusi Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan Mobile Banking.

"tahun ini kami benar benar maksimalkan pendapatan fee based ini, kami akan ganti ATM kita dengan yang baru karena 40 persen ATM kami saat ini sudah berusia tua, ini bagian dari upaya kita meningkatkan pelayan kepada nasabah," katanya.

"coba lihat kenapa di bulan november itu fee based kita dari ATM ini naik signifikan, karena adanya WSBK, jadi banyak penonton dari luar yang menyolok kartunya di ATM kita," tambah Kukuh.

Indikator kinerja Bank NTB Syariah ditahun 2021 juga terlihat dari laba bersih yang dibukukan. Pada 2021 bank daerah itu meencatatkan laba bersih sebesar Rp 139,9 miliar atau naik 7,49 persen dibandingkan dengan  kinerja tahun 2020 sebesar Rp 130,166 miliar.

"ini tingkat kesehatan bank kita alhamdulillah saat ini penilaian komposit kita tetap 2 artinya otoritas menilai kita sehat, asesment yang dilakukan otoritas kepada kami," tegas Kukuh.

Sementara itu, Komisaris Independent Bank NTB Syariah, Hj. Putu Selly Andayani mengatakan, tugas berat bank NTB syariah sudah mampu dilalui mulai dari gempa tahun 2018 hingga menghadapi pandemi covid 19. Tantangan lainnya yang harus dihadapi adalah, Bank NTB Syariah mampu berbicara banyak pada berbagai event kelas dunia ditahun 2022.

"jadi sangat signifikan, TKD kita sudah komposit 2 artinya sehat, dan kerja keras kita untuk kedepan karena event 2022 sangat banyak di NTB, kami ingin Bank NTB Syariah itu terdepan, tentu semua harus didukung olehh masyarakat NTB," kata Selly.

"intinya ASN itu kembali kerumah kita bersama, karena sudah dilihat kinerjanya, dan betul betul kita sudah lihat peningkatan kualitas bank ini, M-Banking sudah kita miliki, ATM juga kita sudah bersama, jadi tidak ada alasan ASN tidak bergabung dengan Bank NTB Syariah," tutup Selly.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar