Pertumbuhan Ekonomi NTB tahun 2022 Tumbuh Lebih Baik dengan Adanya MotoGP

Heru Saptaji.jpeg

KBRN, Mataram : Struktur ekonomi di provinsi Nusa Tenggara Barat sangat luar biasa dimana 23 persen lebih sektor pertanian, 16,7 persen sector pertambangan, 13,9 persen sector perdagangan, 10,3 persen sector konstruksi dan 4,45 persen sector transportasi.

Dengan struktur tersebut grafik pada tahun 2021 menunjukkan bahwa perekonomian provinsi NTB terus membaik. Dimana NTB mengalami kontraksi sebesar 1,13 persen di triwulan I dan performa sangat bagus sebesar 4,76 persen pada triwulan II kemudian pada triwulan III terdapat varian delta yang dibarengi dengan PPKM yang membuat pesimis dan skeptis.

“Tapi kita mengatakan tidak sebab seluruh indicator yang ada di Bank Indonesia yang menunjukkan bahwa ada dampaknya namun tidak kontraksi, dia sedikit melambat dan tetap tumbuh tapi tidak negative. Melambat tapi dia tetap tumbuh jadi hanya turun sedikit pada kisaran 2,42 persen,” kata, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Barat Heru Saptaji, Senin (24/1/2022).

Ia mengungkapkan, pada triwulan IV pihaknya memproyeksikan bisa tumbuh pada kisaran 5,01 hingga 5,81 persen. Sehingga secara tahun 2021 NTB tumbuh positif pada kisaran 2,68 hingga 3,48 persen. Tahun 2021 merupakan modal awal yang luar biasa.

“Triwulan IV kita banyak mendapatkan bonus ekonomi, kita punya event World Superbike mobilitas masyarakat meningkat. Assessment kita di World Superbike 0,32 pertumbuhan ekonomi triwulan IV Itu disumbangkan oleh WSBK,” paparnya.

“Kalau nanti tahun 2022 kita melihatnya di NTB akan tumbuh lebih baik lagi dari 2021, kita bisa mencapai pertumbuhan 5,5 hingga 5,9 persen sehingga prospek 2022 akan lebih baik dari pada tahun 2021,” sambungnya.

Optimis bahwa sector pertanian akan tumbuh dan optimisme itu dikondisikan oleh pengendalian covid-19 yang semakin baik. Dari sepuluh kabupaten kota, PPKM Level I sudah Sembilan dan satu PPKM Level II di Lombok Utara. Sementara vaksinasi berjalan lancar dan memenuhi target.

Oleh karena itu, sebagaiman take line “Ayo Kita Bangkit, Optimis, Banyak Peluang, Bangun Kita Kejar Peluang itu Untuk Memaksimalkan Peluang yang ada Didepan Mata”.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar