Minyak Goreng Naik Turunkan Omset UMKM

Sudah jatuh tertimpa tangga, itulah ungkapan bagi penjual gorengan. Baru saja twrdampak pandemi, kini di hadapkan pada naiknya harga gminyak goreng.jpg

KBRN, Dompu : Kenaikan harga minyak goring hingga menembus Rp.20 ribu  lebih, berdampak pada sektor UMKM. Sektor yang baru bangkit dari pandemi Covid-19, ini harus mengencangkan sabuknya kembali, akibat omsetnya yang turun. Pandemi Covid-19 yang belum juga usai, ditambah melambungnya harga minyak goring, membuat sektor kecil ini, terancam terpuruk. Imam, pedagang Gorengan di Pasar bawah Dompu, Nusa Tenggara Barat, mengaku harus mengalami penurunan omset, akibat naiknya salah satu pendukung usahanya ini. Imam dan pedagang lainnya, tidak berani mengurangi ukuran gorengannya, kawatir ditinggal pelanggannya yang mulai ramai.

"Meski resikonya harus mendapatkan untung yang sangat tipis, asal tidak kehilangan pelanggan," katanya, Kamis (20/1/2022). 

Apalagi, lanjut Imam, selama dua tahun saat Pandemi Covid-19, baru bisa kembali berjualan 6 bulan terakhir. Imam mengaku saat Pandemi Covid, nyaris tidak bisa berdagang dan hanya bertahan hidup dari sisa tabungannya. Untuk memulai kembali usahanya saat Pandemi mulai mereda, Imam harus bergantung pada pinjaman perbankan.

Dengan naiknya harga minyak goreng yang dikawatirkan juga berimbas pada bahan lainnya, Imam dan pedagang lainnya, kawatir tidak bisa membayar cicilan pinjamannya di bank. Meski bunganya sangat kecil, namun jika kodisinya belum stabil, akan mengancam juga kehidupan kelaurganya.

"Kami berharap, pemerintah segera mengambil tindakan seperti adanya operasi pasar, agar UMKM yang merupakan sektor terdampak pandemi covid-19, bisa bangkit sempurna," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar