Antisipasi Mamin Berbahaya Rutin Gelar Razia

Seorang petugas dari Dinas Kesehatan sedang melakukan pemeriiksaan makanan dan minuman yang dicurigai mengandug zat berbahaya.jpg

KBRN, Dompu : Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, memastikan makanan minuman baik yang masih bahan ataupun yang sudah jadi, aman dari zat-zat berbahaya. Bersama BPON dan Polri, Dinas Kesehatan rutin menggelar razia. Tidak hanya di pasar-pasar tradisional, ritail-ritail modern dan toko-toko penjual makanan, pemeriksaan terhadap UKM-UKM juga dilakukan.

"Tapi itu tidak cukup yang kami lakukan. Butuh ketelitian masyarakat juga untuk meminimalisir peredaran mamin yang me gandung bahan berbahaya," kata Maman, Kadis Kesehatan Dompu, Jum'at (19/8/2022).

Maman menambahkan, dalam kegiatan rutin yang digelar 3 bulan sekali, Dikes dan BPOM, juga rutin menggelar uji sample jajanan di sekolah-sekolah. Selain untuk mengatisipasi, optimalisasi pengawasan, tahun 2009 di Kabupaten Dompu, muncul kasus BPOM menemukan jajanan yang dijual di sekolah mengandung pewarna makanan melamin.

Maman mengakui ada MoU anatar Pemkab Dompu dengan BPOM. MoU itu, berkaitan dengan kepastian terjaminnya makanan yang dijajakan di Kabupaten Dompu. Selain pemeriksaan bersama dengan BPOM, Pemkab Dompu melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Perindag, turun sendiri untuk melakukan pemeriksaan di lapangan.

“Kalo turun sendiri, samplenya kita kirim ke BPOM untuk diperiksa, setelah kita curigai mengandung Mamin yang berbahaya,” tambahnya.

Turun pemeriksaan sendiri ini, selain mencari kandungan makanan dan minuman yang berbahaya, juga untuk memastikan ijin edar dan masa berlakunya produk. Tak jarang, lanjut Maman, tim gabungan yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Perindag, Satpol PP dan Kepolisian, menemukan kosmetik illegal dan produk makanan yang tidak diperbolehkan beredar di Indonesia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar