Gerakan Merdeka dari Sampah Diinisiasi Desa Bilebante

KBRN Lombok Tengah: Indonesia telah merdeka dari penjajahan tepat pada bulan Agustus 77 tahun silam. Namun hingga usianya menginjak 77 tahun, Indonesia ternyata belum sepenuhnya terbebas dari berbagai permasalahan bangsa. 

Salah satu permasalahan yang selalu mengintai Indonesia adalah sampah plastik yang semakin hari semakin memprihatinkan dan menjadi sorotan banyak pihak.

Rangers Bilebante yang merupakan kelompok pemuda yang peduli terhadap permasalahan ini, memperingati kemerdekaan Indonesia dengan mengedukasi masyarakat Bilebante agar terbebas dari sampah.

Caranya dengan melaksanakan berbagai kegiatan yang edukatif dan membawa tagline Merdeka dari Sampah.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Rangers Bilebante dengan melibatkan lebih dari 832 orang dan didukung oleh DWH Bilebante, Tim KKN UNIZAR, Tim KKP UIN Mataram, dan Bakti BCA. 

Koordinator Rangers Bilbante, Ema Rohmania menjelaskan bahwa gerakan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat Bilebante tentang pentingnya menjaga lingkungan agar tetap bersih.

Apalagi di desa Bilebante yang menjadi desa wisata sudah seharusnya memperhatikan masalah kebersihan agar wisatawan yang hadir semakin nyaman untuk berkunjung.

Dia mengajak kepada semua masyarakat untuk bersama-sama bergotong royong menjaga dan melestarikan alam Bilebante.

"Kami berharap ada dukungan fasilitas pengolahan sampah (TPS 3R) dari pihak terkait untuk memaksimalkan pengelolaan sampah di Bilebante," katanya, Rabu (17/8).

Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari Kepala Desa Bilebante Rakyatulliwauddin.

Kepala Desa setempat menyerukan teruslah bergerak, menyadarkan semua lapisan masyarakat melalui pendekatan milenial dan melalui bahasa anak muda.

Kegiatan-kegiatan seperti ini, lanjut dia, penting sekali untuk memberikan edukasi mulai dari tingkat anak anak sampai dewasa tentang pentingnya pemilahan sampah dan juga dampak dari sampah itu sendiri ketika tidak dikelola dengan baik.

"Jangan lupa, jadilah contoh dalam sebuah perubahan untuk masyarakat disekitar kita," ujarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Loteng Supardiono juga mengapresiasi gerakan yang dilakukan oleh Rangers Bilebante. 

Gerakan seperti ini, menurutnya, penting untuk bisa diteruskan dan dicontoh oleh semua desa di Loteng.

“Melalui kegiatan ini, kita sama-sama saling mengingatkan untuk peduli terhadap sampah," ungkapnya.

Gerakan Merdeka dari Sampah yang dilakukan oleh Bilebante harus dicontoh oleh semua desa. 

Apabila semua desa menerapkan ini, diharapkan Loteng bisa terbebas dari sampah.

"Dengan adanya komunitas peduli lingkungan, saya yakin konsep pengelolaan sampah di Bilebante pasti akan maksimal," akunya. Kegiatan Merdeka dari Sampah ini dibuka  dengan kegiatan jalan sehat dan disertai dengan aksi clean up di rute jalan sehat dari Kantor Desa Bilebante hingga Lapangan Desa Bilebante. 

Kegiatan clean up ini berhasil mengumpulkan sampah sebanyak 293 kg. Sampah yang sudah terkumpul kemudian akan diolah sesuai dengan jenisnya.

Sampah daur ulang yang bisa dijual akan dijual, sedangkan sampah residu akan dibawa ke TPS terdekat. 

Selain itu, Rangers Bilebante juga turut mengadakan kegiatan edukasi berhadiah kepada peserta kegiatan ini. 

Kegiatan ini diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat khususnya di Desa Bilebante akan pentingnya pengelolaan sampah dari sumber sehingga bisa membantu Indonesia untuk merdeka dari permasalahan persampahan. 

Dalam kegiatan ini, juga akan dilakukan seremonial penanaman 100 bibit minyak kayu putih di kebun herbal, Desa Bilebante pada 18 Agustus 2022. 

Prosesi penanaman tanaman ini merupakan simbol penjagaan kelestarian lingkungan yang dilakukan oleh masyarakat Desa Bilebante.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar