Kasus Kecelakaan Meningkat, Jasa Raharja NTB Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas

KBRN, Mataram : PT. Jasa Raharja cabang Nusa Tenggara Barat mencatat pada semester 1 tahun 2022, menyerahkan santunan kepada korban kecelakaan sebesar sudah mencapai Rp 16,95 miliyar atau naik 11,15% dari periode yang sama tahun lalu. Itu artinya kasus kecelakaan pada semester I tahun ini mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Jasa Raharja Cabang NTB, Emil Feriansyah Latief kepada wartawan di mataram mengatakan, bahwa dalam Jasa Raharja NTB dapat menyelesaikan penyerahan santunan meninggal dunia (MD) dalam waktu 1 Hari 23 Jam dimana targetnya adalah 3 hari.

Jasa Raharja NTB juga telah bekerja sama dengan 35 Rumah Sakit dan persentase penjaminan korban kecelakaan di Rumah Sakit adalah 92,35% dari target yang seharusnya sebesar 87,5%.

“Jenis kecelakaan yang dijamin oleh Jasa Raharja adalah kecelakaan yang melibatkan dua atau lebih kendaraan bermotor resmi, masyarakat yang tertabrak kendaraan bermotor resmi, kecelakaan tunggal yang dialami kendaraan umum atau kecelakaan penumpang pada angkutan umum resmi.” Jelas Emil.

“Jasa Raharja tidak memberikan pergantian kerugian materil pada kendaraan yang mengalami kecelakaan, kecelakaan tunggal kendaraan pribadi maupun kecelakaan yang disebabkan perilaku kriminal.” Tambahnya.

Menurut Emil, sebagai perusahaan yang diamanatkan oleh UU untuk memberikan perlindungan dasar berupa santunan kecelakaan kepada setiap orang yang meninggal dunia/cacat tetap akibat kecelakaan yang disebabkan oleh alat angkutan lalu lintas jalan baik di darat, laut maupun udara, Jasa Raharja terus memperkuat fundamental perusahaan terutama pelayanan kepada masyarakat.

Tidak hanya dalam memberikan santunan, Jasa Raharja NTB juga melakukan Sosialisasi Keselamatan Lalu Lintas kepada Siswa-siswi SMA di Sekolah, Sosialisasi di beberapa komunitas, Sosialisasi di Platform Media Sosial, serta kegiatan partisipatif berupa sinergi dengan stakeholder dan kegiatan preventif seperti pendistribusian sarana pencegahan kecelakaan.

“Perlindungan terbaik yang diberikan Jasa Raharja merupakan amanah yang harus kita laksanakan dengan sepenuh hati, baik dari langkah-langkah strategis untuk menekan angka kecelakaan melalui program-program edukasi dan pencegahan kecelakaan, ataupun program-program edukasi untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam melunasi kewajibannya,” jelas Emil.

Emil juga menyinggung tentang Peraturan Gubernur NTB Nomor 74 tahun 2022 tentang Insentif Pajak Kendaraan Bermotor 3 in 1 -Bebas denda PKB -Bebas Tunggakan di atas 5 tahun -Diskon PKB sampai dengan 50% Berlaku sejak 1 Agustus 2022 hingga 31 Oktober 2022. Dengan adanya program ini, diharapkan mampu mendorong masyarakat dalam memenuhi kewajibannya membayar pajak kendaraan.

Selain itu, program ini merupakah salah satu program dalam rangka mendukung dan mensosialisasikan UU No 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dimana Pasal 74 Ayat 2 menyebutkan bahwa Penghapusan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor bagi pemilik kendaraan bermotor tidak melakukan registrasi ulang sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun setelah habis masa berlaku Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor.

Sementara itu, Jasa Raharja juga berkontribusi di bidang sosial bagi masyarakat melalui program tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) seperti pemabgian sembako pada bengkel di Wilayah Mataram dalam rangka memperingati Hari Kartini, Penanaman pohon di Wilayah Sesaot sebagai sumber mata air yang menopang Pulau Lombok, dan berbagai kegiatan sosial lain.

“Kami menyampaikan terimakasih kepada seluruh insan Jasa Raharja dan Stakeholder khususnya di wilayah NTB atas kerja keras dan kerja sama yang diberikan terhadap kelancaran proses Bisnis Jasa Raharja. Ke depan, Jasa Raharja akan terus melakukan optimalisasi pendapatan dan meningkatkan program pencegahan kecelakaan seiring dengan mulai meningkatnya mobilitas masyarakat, melalui aplikasi JRKu yang bisa langsung membayar pajak kendaraan bermotor.” Tutup Emil.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar