Stunting PR Besar Yang Harus Dituntaskan

Ilustrasi.jpg

KBRN, Dompu : Isu Stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah 5 tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya, menjadi PR yang harus dituntaskan Kabupaten Dompu. Daerah berjuluk "Ngahi Rawi Pahu" ini, menargetkan di tahun 2024, penurunannya harus mencapai di bawah Nasional yakni 14 persen.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, Hj Iris Juwita Kristanti menyebut, saat ini angka stunting di Kabupaten Dompu, tersisa 21,28 persen.

"Selain penanganan pada lokus, kami juga berupaya melakukan penanganannya di luar lokus," katanya,  (17/8/2022).

Ada 15 desa di 6 kecamatan yang menjadi lokus penanganan stunting. Namun darin15 desa ini, tidak masuk dalam lokus penanganan pusat. Artinya, kasus stunting di Kabupaten Dompu, masih sangat rendah di seluruh Kabupaten Kota di indonesia.

Tantangan yang dihadapi saat ini adalah belum pahamnya petugas di bawah, terkait apa yang harus dilakukan dalam mengatisipasi munculnya stunting.

"Kita bersama dinas terkait yang masuk dalam tim stunting, optimalkan turun untuk mensosialisasikan penanganan stunting," tambahnya.

Fokus penanganan stunting ini, kata Iris yakni pada upaya pencegahan. Pasangan pengantin muda, ibu hamil, pasca melahirkan dan batita serta balita, harus dipastikan pemenuhan gizinya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar