Vaksin PMK Tiba Di Dompu

Pendistribusiqn vaksin PMK ke UPTD-UPTD. Rencananya giat vaksin PMK digelar serentak di 8 kecamatan mulai Senin hingga selasa.jpg

KBRN, Dompu : 4.000 vaksin bantuan Kementrian Pertanian, sudah tiba di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Vaksin ini, sedianya akan digunakan untuk melakukan vaksin ternak-ternak kuku belah di Kabupaten Dompu. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu, Zainal Arifin menegaskan, Kabupaten Dompu, saat ini masih zona Hijau PMK. Meski Pemerintah Pusat belum menetapkan Kabuppaten Bima dan Sumbawa masuk zona merah, akibat munculnya kasus, namun vaksinasi ini merupakan upaya pencegahan.

“Sudah datang hari ini (Minggu.red)). Senin besok, mulai kita distribusikan untuk dilakukan vaksinasi,” katanya, Minggu (14/8/2022).

​​​Vaksin-vaksin ini, langsung di distribusikan ke seluruh UPTD yang tersebar di 8 kecamatan. 

Dikatakan, dua wilayah kecamatan yang terpapar di Kabupaten Sumbawa dan Bima, merupakan kecamatan terdekat. Di Kabupaten Sumbawa, Kecamatan Maronge dan di Bima Kecamatan Madapangga. Jauh sebelum dua kabupaten tetangga itu ditemukan kasus, Satgas yang dibentuk, sudah jalan.

“Untuk tahap awal memang bersama TNI dan Polri, turun untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait PMK,” tambahnya.

Untuk lalu lintas ternak lintas kecamatan, dikatakan Zainal, sudah dilakukan pengawasan ketat. Ternak yang keluar dari suatu wilayah, tanpa dilampiri surat sehat, dipastikan tidak diijinkan melintas. Hal yang sama juga dilakukan di perbatasan dua kabupaten ini. Meski mengantongi surat sehat, namun petugas di pintu masuk Kabupaten Dompu, ternak sebelum masuk ataupun hanya melintas, wajib melalui penyemprotan cairan disinvektan.

“Kita antisipasi saja, sebab virus ini sangat kuat dan mampu bertahan lama,” jelasnya.

Dikatakan, jika virus lain hanya mampu bertahan beberapa jam tanpa induk semang, Virus PMK ini mampu bertahan 20 hari hingga satu bulan. Tidak hanya sesame ternak, virus ini juga mampu bertahan diudara, air dan media lain seperti sepatu, kendaraan dan rerumputan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar