Sambut HUT RI Ke-77, BNNP NTB Gelar Karnaval dan Festival War On Drugs 2022

KBRN, Mataram : Sebagai Upaya pencegahan dan pemberantasan peredaran dan penyalah gunaan narkotika di kota Mataram, dan menyambut HUT Kemerdekaan RI ke 77,  Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTB menggelar Karnaval dan Festival War On Drugs 2022 yang diselenggarakan pada Minggu (7/8/2022).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala BNNP NTB, Danlanal Mataram, Ketua DPRD Kota Mataram, Kadiv PAS Kumham NTB, serta para peserta Karnaval dan Festival yang terdiri dari Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) NTB, Komunitas Vesva Gais, Semeton Montor Honde Toaq Mentaram, komunitas Mataram Merzy Brothers, komunitas Mobil Wilis serta Bikers Brotherhoods MC.

Kegiatan Karnaval dan Festival tersebut star dimulai dari Pantai Ampenan Kota Mataram hingga finish di Kantor BNNP NTB Jalan Lingkar Selatan Kota Mataram.

Kepala BNNP NTB Brigjen Pol Gagas Nugraha SIK mengatakan kegiatan ini merupakan upaya BNNP untuk mengajak masyarakat dan seluruh elemen untuk sama-sama melakukan pencegahan dan penyalahgunaan Narkotika khususnya narkoba yang mana saat ini sudah banyak menyerang para generasi muda.

"Kegiatan ini merupakan Desiminasi informasi terkait permasalahan War On Drugs yang dikemas dengan potensi kita yang ada dengan tujuan memberikan motivasi kepada rekan-rekan komunitas yang ikut serta dalam pawai ini serta dalam rangka memeriahkan Kemerdekaan kita yang ke 77," ujarnya.

"Dua tahun kurang lebih kita tidak pernah bisa melakukan kegiatan apa-apa. Dengan semakin membaiknya kondisi Covid di tempat kita iniaka kegiatan sudah mulai bisa kita laksanakan," sambungnya.

Kegiatan dengan menghadirkan sepeda kuno sampe ke mobil kuno adalah edukasi kepada masyarakat agar melestarikan apa yang ada. Begitu pula dengan Kota Ampenan dipilih sebagai tempat star pawai ini, karena Ampenan ini merupakan kota kuno di Kota Mataram yang begitu banyak mempunyai sejarah. 

"Semoga melalui kegiatan ini masyarakat akan lebih menghargai budaya dan sejara masa lampau. Ampenan adalah salah satu cagar budaya yang harus kita lestarikan," imbuhnya.

Kegiatan seperti ini juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setelah lama sempat menurun drastis. Kedepan kegiatan seperti ini akan terus dilaksanakan untuk dapat memulihkan roda ekonomi masyarakat kita.

Disamping itu lanjut Gagas, semua peserta yang ikut pada kegiatan ini akan menjadi agent-agent pemulihan bagi pengguna narkoba, lewat mereka kita harapkan dapat membantu mengedukasi masyarakat tentang bahaya narkoba.

"Seperti kita lihat slogan-slogan yang dibawakan oleh masing-masing komunitas tersebut memberi arti betapa kita harus menjauhkan diri dari narkoba," jelasnya.

Gagas mengatakan bahwa masalah Narkoba adalah masalah kita semua. Tidak mungkin hanya melalui BNN ataupun Polisi dan TNI permasalahan ini dapat diselesaikan, melainkan harus dengan kerja keras semua elemen masyarakat.

"Kami berharap melalui kegiatan ini dapat memotivasi bagi masyarakat kota Mataram untuk secara bersama-sama berkontribusi dalam melakukan pencegahan, penyalahgunaan dan penindakan kasus Narkoba," pintanya.

"Melalui Penindakan saja juga tidak efektif dalam pemberantasan narkoba. Oleh karenanya peran kita semua untuk memberikan edukasi terkait bahaya penyalahgunaan Narkotika sangatlah diperlukan," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar