Kuatkan SDM, Dikbud NTB Lakukan Up Grade dan Up Skill

KBRN, Mataram : Penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas bagi pemerintah Indonesia tahun 2023-2024 yang diturunkan di NTB menjadi kebijakan penguatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di NTB. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Nusa Tenggara Barat Doktor Aidy Furqon mengatakan bahwa pada pendidikan terdapat empat SDM dalam mendukung peningkatan IPM yakni guru, tenaga kebudayaan, tenaga kependidikan dan siwa atau santri itu sendiri.

"Nah kita akan melakukan penguatan SDM didalam bentuk up gread dan up skill. Up grade itu adalah memperbaharui kemampuannya dan up skill itu  bisa alih status, alih kompetensi supaya sesuai kebutuhan. Misalnya ada guru biologi dan dia mahir multimedia maka dia boleh di up skill begitu pula guru mata pelajaran yang lainnya," katanya, Minggu (7/8/2022).

"Termasuk langkah kita menguatkan SDM di bidang vokasi, itu dengan mengubah SLB menjadi SLB vokasi. Di SMK sendiri para guru kita arahkan untuk bisa projectpis dan produk servis. Kenapa karena arah pengembangan SDM Indonesia kedepan ini by sistem dan teknologi. Nah kami di NTB harus memperkuat itu mulai dari para siswa, guru, kepala sekolah, pengawas, tenaga kebudayaan," paparnya.

"Khusus untuk siswa sendiri dikuatkan SDM nya pada tahun 2022 ini dan ditahun 2023 nanti itu dengan memberikan penguatan pada kegiatan yang bisa membuat mereka menjadi pintar dan kreatif. Maka SMK itu lulusan paling tinggi harus mandiri, kalau SMA harus kuliah baru kreatif dan mandiri. Kalau SLB tamat kerja. Jadi SMK itu kerja harus," sambungnya.

Menurut Aidy Furkon, dikbud NTB dalam hal ini tengah membuat frame atau kerangka bagi SMK yang mandiri pada kurikulum yang saat ini dilaksanakan itu sudah terintegrasi kemampuan sesuai dengan kebutuhan industri, dunia usaha, dunia kerja (Iduka). Oleh sebab itulah Dikbud melakukan refocusing core kompetensi sesuai dengan arah kebijakan.

Bagi core-core yang jenuh dan sudah tidak ada pangsa pasarnya maka itu semua sudah dikeluarkan atau ditutup. Dan kebutuhan terbaru dibuka seperti energi terbarukan termasuk pariwisata.

"Pada penerimaan murid baru ini 5,6 persen itu memilih pariwisata (core pariwisata-red) baik itu perhotelan, tata boga, usaha perjalanan wisata. Karena daerah kita 10 tahun kedepan ini masif menjadi destinasi wisata. Rata-rata sekolah pariwisata itu penuh dan potensinya sudah kelihatan nih, berarti 10 tahun kedepan basis pembangunan SDM kita sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan di NTB secara khusus," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar